Positif Corona Terus Bertambah, 3 Pasien Karyawan Indogrosir

YOGYA (MERAPI)- Terjadi penambahan 4 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Yogyakarta pada Kamis (14/5). Sehingga jumlah kasus positif hingga saat ini mencapai 185 kasus, 68 orang di antaranya sembuh dan 7 orang lainnya meninggal.
Keempat kasus positif terdiri dari tiga orang karyawan Supermarket Indogrosir terdiri dari seorang laki-laki berusia 20 tahun warga Sleman, seorang laki-laki berusia 45 tahun warga Bantul, dan seorang perempuan berusia 53 tahun warga Sleman. Adapun sisanya adalah seorang laki-laki berusia 20 tahun warga Sleman yang memiliki riwayat klaster Jamaah Tabligh Jakarta.

Kemudian dilaporkan kematian Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dalam proses laboratorium dan sudah diambil swab terdiri dari seorang laki-laki berusia 78 tahun warga Sleman dengan riwayat penyakit stroke dan jantung, serta seorang perempuan usia 67 tahun warga Kulonprogo.
Hingga saat ini, tercatat akumulasi PDP sebanyak 1.214 orang, 216 orang di antaranya masih dalam perawatan. Orang Dalam Pengawasan (ODP) sebanyak 5.773 orang. Hasil laboratorium negatif sebanyak 859 orang, 170 orang di antaranya masih proses dan 18 orang lainnya meninggal.
Sementara itu, Pemda DIY hanya bisa mengupayakan rapid test massal sebagai upaya penanganan persebaran Covid-19 yang makin meluas. Hal ini disebabkan keterbatasan kemampuan laboratorium sehingga metode Polymerase Chain Reaction (PCR) seperti yang ditargetkan Pemerintah Pusat masih belum dapat dilaksanakan.

“Jadi rapid untuk menyaring supaya tidak semua orang kita lakukan swab karena pertama, swab itu perlu waktu karena antre. Kedua dari sisi pembiayaan cukup mahal (PCR). Yang ketiga proses pengambilan juga perlu waktu,” ujar Sekda DIY, Kadarmanta Baskara Aji, Kamis (14/5) di Kompleks Kepatihan.
Oleh sebab itu, kata dia, Pemda DIY berupaya untuk menambah laboratorium agar dapat mensupport ketiga laboratorium yang sudah ada. Mengingat BBTKLPP Yogyakarta masih menjadi tempat uji sampel dari Provinsi Jawa Tengah.
“Jadi kalau tentang lab, kita masih menggunakan tiga laboratorium yang ada. Tapi ini sedang menguruskan izin untuk satu laboratorium baru di BBVET yang ada di Kulonprogo. Itu nanti kita akan pakai untuk menambah,” ungkapnya.

Balai Besar Veteriner (BBVET) Wates di Kabupaten Kulonprogo sedang diupayakan agar bisa membantu ketiga laboratorium dan saat ini ketiganya hanya mampu uji sampel maksimal 300 per hari dan hanya memiliki enam mesin PCR.
“Itu sekitar enam mesin. Jadi masing-masing lab yang dioperasionalkan dua mesin. Itu kalau tidak salah,” imbuhnya.
Sementara itu, Pemkot Yogyakarta juga berancana melakukan rapid tes secara acak di beberapa tempat publik untuk menjaring dan mengetahui sebaran Covid-19. Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan, saat ini tim Pemkot Yogyakarta sedang melakukan konsolidasi kesiapan RDT acak pasca menyelesaikan RDT klaster Indogrosir. Setelah itu selesai, rencananya akan langsung melakukan RDT acak. Dia menyebut stok rapid tes kit di Kota Yogya kini ada 2.400 dan masih menunggu pesanan lagi.

“Jadi nanti akan dilakukan rapid test acak. Seperti beberapa sampel pasar tradisional, kafe, restoran atau tempat-tempat yang sudah banyak aktivitas dan kerumunan warga,” ujarnya.
Dia menambahkan, rapid test acak bertujuan untuk melihat seberapa besar sebaran Covid -19 di Kota Yogya. “Apakah transmisi lokal sudah benar-benar terjadi di Yogya atau hanya kasuistik seperti klaster Indogrosir,” terang Heroe.
Pemkot Yogyakarta mencatat per Kamis (14/5) di Kota Yogya ada 15 orang positif Covid-19 yang dirawat. Sedangkn pasien dalam pengawasan 27 orang dan orang dalam pemantauan ada 79 orang. (C-4/Tri).

Read previous post:
3 HARI RAPID TEST MASSAL-Total 58 Pengunjung Indogrosir Reaktif

SLEMAN (MERAPI)- Hari terakhir (ke-3) pelaksaan rapid test massal oleh Pemerintah Kabupaten Sleman bagi pengunjung supermarket Indogrosir diketahui terdapat 13

Close