3 HARI RAPID TEST MASSAL-Total 58 Pengunjung Indogrosir Reaktif

SLEMAN (MERAPI)- Hari terakhir (ke-3) pelaksaan rapid test massal oleh Pemerintah Kabupaten Sleman bagi pengunjung supermarket Indogrosir diketahui terdapat 13 orang menunjukkan hasil reaktif, Kamis (14/5). Sementara di Kota Yogya, tak ada penambahan pengujung yang reaktif dalam test massal kemarin. Sehingga dalam tiga hari test massal, total 58 pengunjung Indogrosir reaktif.
Di Sleman, hari ketiga rapid test diikuti 339 pendaftar. Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sleman, Shavitri Nurmala Dewi menjelaskan, pada hari ke tiga sebenarnya terdapat 500 pendaftar. Namun, hingga terakhir pelaksanaan yaitu pukul 14.00 WIB hanya 339 orang yang mengikuti rapid test, sedangkan sisanya tidak hadir tanpa memberikan keterangan.

“Dari 339 orang, terdapat 13 menunjukkan hasil reaktif, selebihnya negatif,” kata Shavitri. Dijelaskan, pada hari pertama ada 461 peserta yang hadir dan mengikuti tes. Dari 461 peserta 20 orang yang reaktif. Di hari kedua, 425 yang hadir dan terdapat 19 orang menunjukkan hasil reaktif. Sedang hari ketiga ada 13 hasil reaktif. Sehingga total selama rapid test massal terdapat 52 orang yang hasilnya reaktif.
Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Sleman, Dul Zaini menambahkan, masyarakat yang telah mengikuti rapid test klaster Indogrosir dapat mengetahui hasilnya melalui laman rdt.slemankab.go.id.
“Untuk yang reaktif, tidak perlu menunggu lama. Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Sleman akan segera menghubungi untuk melakukan konfirmasi terkait lokasi atau alamat yang tepat kemudian dilakukan penjemputan,” jelasnya.

Sesuai prosedur yang telah ditetapkan, lanjutnya, bagi peserta yang dinyatakan reaktif akan segera di tempatkan di Asrama Haji untuk karantina sampai menunggu hasil swab. Sementara itu, contact tracing akan dilakukan kepada keluarga dari peserta yang telah dinyatakan reaktif.
Sedangkan untuk yang non-reaktif, akan dilakukan tes kedua yaitu 10 hari setelah dilakukan rapid test tahap pertama. Pada tahap kedua nantinya peserta yang telah terdaftar dapat mengikuti tes sesuai prosedur dan lokasi yang sama seperti pada tahap pertama.
Di Kota Yogya, pada hari terakhir uji cepat atau rapid diagnostic test (RDT) massal Covid-19 klaster Indogrosir di seluruh puskesmas di Kota Yogyakarta Kamis (14/5) tidak ada yang reaktif. Dengan demikian total dari 236 warga Kota Yogya yang mengikuti rapid test hanya ada 6 orang yang reaktif. Pemkot Yogyakarta kini menyiapkan rencana rapid test acak di tempat-tempat publik.

Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan, pada Kamis (14/5) hanya ada 4 warga yang datang ke puskemas dan mengikuti rapid tes dan tidak ada yang reaktif RDT. Total selama tiga hari ini ada 236 orang yang datang ke puskemas yang mengikuti rapid tes dari 343 orang yang mendaftar secara online untuk RDT.
“Hari ini (Kamis (15/5) tidak ada tambahan reaktif. Tetap enam yang reaktif. Semua dilakukan swab tes,” kata Heroe, Kamis (14/5).
Dia menjelaskan,semua warga yang melakukan skrining mandiri dan mendaftar untuk RDT di jogja.corona.go.id sudah diberikan pemberitahuan untuk RDT ke puskemas sesuai domisili melalui pesan Whatsapps. Namun sebagian warga ada yang belum bisa datang selama tiga hari ini. Selain itu ada yang sudah melakukan rapid tes mandiri dan merasa kondisinya sehat serta melakukan isolasi mandiri.
“Ada yang sudah merasa sehat dan isolasi sendiri. Tapi jika ada gejala akan menghubungi puskesmas,” ujar Heroe.

Dia mengatakan bagi warga Kota Yogyakarta yang belum sempat hadir maupun belum terdaftar diminta untuk daftar di corona monitoring system di corona.jogjakota.go.id. Setelah Mendaftar akan dipanggil oleh petugas puskesmas.
“Tidak dibatasi kuota karena tujuannya untuk melihat peta sebaran dan melacak titik-titik sebaran,” imbuhnya
Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta Tri Mardaya menambahkan, tidak tercapainya target semua warga yang mendaftar secara online untuk datang RDT ke puskesmas juga karena ada warga tidak bisa dihubungi. Selain itu sebagian terkendala, satu struk belanja digunakan untuk banyak orang dan ada yang coba-coba. Dia menilai hasil RDT selama tiga hari ini dengan 6 reaktif juga bisa menjadi sampel klaster Indogrosir untuk penelusuran lebih lanjut.
“Rapid tes kit saat ini masih cukup. Itu dari pengadaan APBD Pemkot Yogya. Sementara untuk RDT kit dari pusat belum ada tambahan,” pungkas Tri Mardaya.

Ketua DPRD DIY, Nuryadi mengimbau warga untuk bersikap jujur untuk mencegah penularan masif seperti timbulnya klaster baru. Menurutnya virus corona bukan sebuah aib yang harus ditutupi. Justru ketidakjujuran berakibat sangat fatal.
“Coba kita lihat akibat ketidakjujuran seseorang mengakibatkan banyak orang terpapar seperti kasus di pusat perbelanjaan Indogrosir. Karena beberapa gelintir orang, ribuan orang harus menjalani rapid test dan puluhan orang positif. Ini sungguh sangat disayangkan,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (14/5) di Kantor DPRD DIY.
Nuryadi mengimbau pengunjung pusat perbelanjaan Indogrosir yang mengikuti rapid test untuk bersikap jujur. Jika hasil test reaktif maka harus jujur terhadap yang lain serta dapat mengisolasi diri selama 14 hari dengan penuh kesadaran.

“Kami mengimbau agar masyarakat bersikap jujur, karena corona itu bukan aib yang harus ditutupi. Ketidak jujuran berakibat fatal, merugikan diri sendiri, keluarga, petugas medis dan masyarakat pada umumnya. Seperti yang telah kita lihat di pusat perbelanjaan di Sleman tersebut,” paparnya.
Lebih lanjut Nuryadi mengatakan agar kejadian di Indogrosir tidak terulang. Ia menegaskan agar pemda DIY memberikan perhatian lebih terutama di tempat dan lokasi yang berpotensi dihadiri banyak orang seperti di pusat perbelanjaan dan pasar – pasar tradisional.
“Jika perlu seluruh petugas security di pusat- pusat perbelanjaan diinstruksikan untuk tegas menerapkan prosedur kesehatan covid kepada pengunjung,” imbuhnya.
Apalagi menurutnya terjadinya transmisi lokal di Yogyakarta berasal dari tempat keramaian yang sangat potensial untuk persebaran virus. “Oleh karena itulah masyarakat harus mendisiplinkan diri selalu memakai masker dan jaga jarak,” tutupnya. (Awn/C-8/Tri/C-4)

Read previous post:
CERITA BERGAMBAR W.A.S.P

Close