Nyuri Motor Hingga Mobil Tua, Napi Asimilasi Terancam 9 Tahun Penjara

TEGALREJO (MERAPI)- Aparat Polsek Tegalrejo, Yogyakarta berhasil mengungkap kasus pencurian mobil tua jenis Toyota Kijang tahun 1981. Pelakunya adalah seorang napi asimilasi yang bebas karena corona, UN (58) warga Sindurejan, Purworejo, Jawa Tengah. Selain mencuri mobil, dia juga terlibat pencurian motor. Bahkan pelaku sudah lima kali masuk penjara.
Menurut keterangan, aksi pencurian mobil yang mengangkut batu nisan itu dilakukan sebelum dia berstatus napi asimilasi, tepatnya pada Agustus 2019 lalu.

Kapolsek Tegalrejo Kompol Eko Basunando kepada wartawan, Kamis (14/5) mengatakan, tersangka UN sudah dibekuk beberapa hari setelah bebas akibat program aismilasi oleh aparat Polsek Gondomanan, Yogya pada April lalu. “Tersangka diketahui mencuri tiga unit motor setelah bebas dari penjara,” ujar Basunando. Dia mengatakan, setelah diselidiki, sebelum dipenjara, tersangka UN ternyata juga mencuri satu unit mobil tua di Tegalrejo pada Agustus 2019 lalu.
“Pelaku UN pernah mencuri mobil tua di wilayah Tegalrejo. Ungkap kasus ini hasil pengembangan dari Polsek Gondomanan karena sebelumnya dia juga mencuri motor di sana,” kata Kompol Eko.

Diungkapkan, peristiwa pencurian mobil itu terjadi saat korban sedang memarkirkan kendaraanya di rumahnya pada Agustus 2019 lalu. Pada pukul 20.00 WIB di saat korban lengah, pelaku UN langsung memanfaatkan kesempatan untuk mencuri kendaraan tersebut.
Dalam menjalankan aksinya, pelaku sengaja mengincar mobil tua. Pasalnya selain mudah mengambil, pelaku diketahui pernah bekerja jual beli mobil dan mempunyai kemampuan memperbaiki mobil.
“Pelaku ini menggunakan kunci palsu untuk menghidupkan mesin. Menurut pelaku, mobil tua incarannya dirusak dengan kunci palsu,” katanya.
Setelah mobil berhasil diambil, oleh pelaku lantas dibawa ke Banyumas untuk dijual pada seseorang bernama WK seharga Rp 4 juta. Pelaku tak sadar jika mobil itu mengangkut batu nisan yang rencananya akan diantar kepada pelanggan korban.

“Pelaku ini tidak tahu kalau di belakang mobilnya ada kijing. Lalu kijing itu oleh tersangka titipkan di temannya dan dibuang di tempat pemakaman,” ucapnya.
Namun apesnya, pada Oktober 2019 rumah WK digrebek oleh Polres setempat, karena WK diketahui terlibat pencurian. “Saat penangkapan itulah WK juga menyebut UN terlibat berbagai pencurian,” ucapnya.
Pelaku UN kemudian divonis kurungan selama 10 bulan. Dia lantas mendapat program asimilasi karena wabah virus corona, dan dibebaskan pada Sabtu, 4 April 2020.
Setelah bebas, pelaku lantas ke Yogya untuk mencuri tiga motor dengan tiga TKP termasuk di Gondomanan. “Berkat CCTV, semua kasus pencurian ini terungkap. Pelaku dibekuk aparat Polsek Gondomanan,” katanya.

Kanit Reskrim Polsek Tegalrejo Iptu Satu Suranta menambahkan, tersangka UN diketahui sudah keluar masuk jeruji besi sebanyak lima kali. Hasil kejahatan digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Uang hasil pencurian katanya dia belikan obat-obatan. Selama ini dia suka sakit-sakitan karena penyakit yang dideritanya,” kata Iptu Suranta. Atas perbuatannya tersangka dikenakan pasal 363 KUHP atas kasus pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara.(Shn)

Read previous post:
Pelindung Wajah Karya UMY Disalurkan untuk Tenaga Medis di Klaten

BANTUL (HARIAN MERAPI) - wajah atau face shield termasuk alat pelindung diri (APD) yang banyak dibutuhkan tenaga medis sejak wabah

Close