LAGI, 23 PENGUNJUNG REAKTIF-Anak Karyawan Indogrosir Tertular Corona

UMBULHARJO (MERAPI)-Pemkot Yogya dan Pemkab Sleman kembali melakukan rapid test massal terhadap pengunjung swalayan Indogrosir, Rabu (13/5). Hasilnya, 4 warga Yogya diketahui reaktif, sementara 19 warga Sleman reaktif. Sementara itu, penularan corona di klaster Indogrosir sudah masuk generasi ketiga, di mana seorang anak karyawan Indogrosir diketahui positif tertular corona.
“Jadi totalnya dengan rapid test hari pertama dan kemarin ada enam yang reaktif. Pada Selasa (12/5) dua yang reaktif dan ada 4 yang reaktif hari ini (Rabu (13/5),” kata Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi.
Dia menyebut sampai kemarin Rabu (13/5) sudah ada 232 orang yang mengikuti rapid test di seluruh puskesmas di Kota Yogyakarta. Jumlah itu dari total 343 orang yang sudah mendaftar secara online untuk mengikuti rapid tes.

Terhadap 4 warga yang reaktif rapid tes kemarin diminta melakukan isolasi. Dia menjelaskan semua warga yang reaktif rapid test melakukan isolasi, satu warga isolasi di shelter dan 3 warga isolasi mandiri. Selanjutnya akan dilakukan tes swab untuk memastikan apakah warga itu positif Covid-19 atau tidak. Jika positif maka akan dilakukan tracing.
“Yang reaktif tidak langsung kami tracing, sebab menunggu hasil swabnya. Tapi sudah kami minta agar dalam isolasi di shelter dan mandiri melakukan pembatasan kegiatan,” tambahnya.
Sedangkan 2 warga yang reaktif rapid test pada Selasa (12/5), dia menyatakan, sudah melakukan isolasi dan tes swab kemarin Rabu (13/5). Mereka diminta menunggu hasil tes swab yang diperkirakan diketahui 5 hari lagi.
Pihaknya kembali menegaskan agar warga Kota Yogya yang pernah mengunjungi Supermarket Indogrosir di Jalan Magelang pada 19 April sampai 4 Mei 2020 untuk memeriksakan diri ke puskemas. Termasuk bagi pengunjung yang belum mendaftar secara online. Pernyataan itu juga untuk menanggapi adanya beberapa warga lansia yang sudah datang ke puskemas membawa bukti struk belanja ke supermarket itu tapi ditolak atau tidak dilayani rapid test karena tidak mendaftarakan secara online.

“Yang lansia nanti dilakukan rapid test, setelah warga yang terdaftar online ini selesai rapid test,” ujar Heroe.
Dia menyampaikan sebaran Covid-19 dari klaster Indogrosir dan gereja masih menjadi perhatian Pemkot Yogyakarta. Oleh sebab itu hasil rapid test akan terus ditracing kasusnya terkait dua klaster tersebut.
Pemkot Yogyakarta mencatat per Rabu (13/5) pukul 15.59 WIB jumlah kasus positif Covid-19 di Kota Yogya meningkat menjadi 16 orang dari sebelumnya 12 orang. Sedangkan pasien dalam pengawasan ada 24 orang yang dirawat dan kumulatif orang dalam pemantauan sebanyak 642 orang.
“Sebagian tambahan kasus positif terkait klaster Supermarket Indogrosir, yakni dari karyawan yang kerja di sana,” imbuhnya.

Kepala dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Joko Hastaryo menambahkan, ada 427 pengunjunng Indogrosir yang ikut rapid teset hari kedua kemarin. “Hasilnya yang reaktif ada 19 orang,” ujarnya. Dengan demikian, dalam dua hari rapid teset massal, ada 39 pengunjung Indogrosir yang reaktif.
Sementara di Gnungkidul dilaporkan terdapat seorang anak laki-laki berusia 7 tahun yang tertular corona. Dia adalah anak karyawan Indogrosir. “Ada dua positif lainnya yang berasal dari klaster Indogrosir, yakni seorang perempuan berusia 31 tahun dan seorang lainnya laki-laki berusia 57 tahun. Ketiga positif Covid-19 tersebut dinyatakan berdasarkan tracing riwayat kontak dengan salah satu karyawan Indogrosir,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul dr Dewi Irawaty M Kes.(Tri/C-8/Pur)

Read previous post:
Penularan Meluas, Klaster Indogrosir Makin Mengkhawatirkan

YOGYA (MERAPI)-Pasien positif Covid-19 atau virus corona di Yogya kembali melonjak, Rabu (13/5). Total ada 12 tambahan kasus positif, sehingga

Close