Penularan Meluas, Klaster Indogrosir Makin Mengkhawatirkan

YOGYA (MERAPI)-Pasien positif Covid-19 atau virus corona di Yogya kembali melonjak, Rabu (13/5). Total ada 12 tambahan kasus positif, sehingga jumlah total kasus positif hingga saat ini sebanyak 181 kasus, 68 orang di antaranya sembuh, dan 7 orang lainnya meninggal. Dari jumlah itu, 11 kasus berasal dari klaster Indogrosir.
Kesebelas kasus positif Covid-19 berkaitan dengan klaster Indogrosir di antaranya empat karyawan Indogrosir, seorang anak karyawan Indogrosir, serta dua orang terkait klaster Indogrosir. Adapun seorang positif lainnya terkait dengan klaster Jamaah Tablig Jakarta.
Anggota Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY, dr Riris Andono Ahmad kepada wartawan kemarin mengatakan, penularan klaster Indogrosir sudah masuk generasi ketiga. “Betul,” tegasnya.

Riris menambahkan, adanya lonjakan klaster Indogrosir perlu diantisipasi dengan strategi khusus guna memetakan persebaran pandemi Covid-19 yang kian meluas di Yogyakarta.
“Seperti yang sudah pernah disebutkan sebelumnya, penularan klaster Indogrosir terjadi secara meluas. Pada kasus-kasus tersebut perlu ada transisi strategi dari kontak tracing ke screening massal, atau menggunakan kombinasi strategi tersebut,” jelasnya.
Ia menjelaskan perlu dilakukan peningkatan kapasitas diagnosis dan tata laksana kasus yang meliputi fasilitas karantina dan isolasi non medis, mengingat cukup banyak kasus yang tidak bergejala atau bergejala ringan.
Sementara itu kasus positif terbaru terdiri dari seorang perempuan berusia 19 tahun warga Bantul, seorang laki-laki berusia 54 tahun warga Kota Yogyakarta, empat orang warga Gunungkidul yang terdiri dari dua orang perempuan berusia 27, 29 tahun dan dua orang laki-laki berusia 7 dan 54 tahun.

Keenam orang lainnya merupakan warga Sleman, semua berjenis kelamin laki-laki berusia 14, 25, 29, 31, 35, dan 45 tahun. Adapun kasus positif Covid-19 yang dinyatakan sembuh ada 5 orang terdiri dari seorang laki-laki berusia 57 warga Sleman dan empat orang warga Gunungkidul yang meliputi tiga orang perempuan berusia 23, 37, 67 tahun dan seorang laki-laki berusia 33 tahun.
Sementara itu dilaporkan tiga kematian pasien dalam pengawasan (PDP) dalam proses laboratorium terdiri dari seorang laki-laki berusia 51 tahun warga Gunungkidul yang sudah dilakukan swab, dan dua orang warga Sleman belum dilakukan swab yang terdiri dari seorang perempuan berusia 73 tahun serta seorang laki-laki berusia 82 tahun.
Selain itu, tercatat akumulasi PDP hingga saat ini sebanyak 1.180 orang, 209 di antaranya masih dalam perawatan. Total Orang Dalam Pengawasan (ODP) sebanyak 5.734 orang. Hasil laboratorium menunjukkan negatif sebanyak 838 orang, masih dalam proses laboratorium sebanyak 161 orang, 17 orang lainnya meninggal.

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul dr Dewi Irawaty M Kes menambahkan, jumlah pasien positif Covid-19 di Kabupaten Gunungkidul bertambah 3 orang dan semuanya berasal dari klaster Indogrosir di Kecamatan Semanu. Mereka memiliki riwayat kontak dengan salah satu karyawan Indogrosir. Sementara untuk pasien positif sembuh masih dalam angka kumulatif 12 orang dan belum ada penambahan. “Proses tracing dan rapid test terhadap temuan tiap klaster termasuk Indogrosir masih terus kita lakukan,” katanya.
Dia mengatakan akan menggencarkan rapid test massal sebagai upaya pengendalian penyebaran virus corona di Gunungkidul. Sesuai rencana, rapid test dilakukan untuk 2.000 orang termasuk untuk ODP, PDP ringan, 1.020 tenaga medis di Puskesmas, 103 dari klaster 3, 27 pekerja migran dan 610 pendatang. “Dari zona transmisi lokal, dan klaster Indogrosir juga akan kita lakukan rapid test,” terangnya. (C-4/Pur)

Read previous post:
Dua Desa di Gunungkidul Cairkan BLT Dana Desa

PLAYEN (MERAPI) - Dua desa dari 144 desa di Kabupaten Gunungkidul, yakni Desa Banaran dan Gading di Kecamatan Playen, telah

Close