BEGAL SADIS DITANGKAP-Dikeroyok di Tempat Sepi, Motor Dirampas

GODEAN (MERAPI)-Aparat Polsek Godean, Sleman berhasil meringkus dua orang begal motor sadis yakni EW (26) warga Caturtunggal, Depok, dan IW (26) warga Banyuraden Gamping, Sleman. Kedua pelaku dengan sadis mengeroyok korban Wildan Alatif (23) warga Minggir, Sleman dan merampas motornya di bulak persawahan Sidoarum, Godean.
Dari penangkapan tersebut, petugas juga mengamankan barang bukti sepeda motor Honda Vario dan Honda Beat. Saat ini keduanya masih menjalani pemeriksaan secara intensif di Mapolsek Godean.
“Pelaku berhasil kita amankan saat akan menjual sepeda motor curian itu di Demak Ijo. Rencananya sepeda motor itu akan dijual Rp 4 juta,” kata Kapolsek Godean Kompol Paino melalui Kanit Reskrim Iptu Eko Haryanto kepada wartawan, Rabu (13/5).

Dikatakan, terungkapnya kasus itu bermula saat anggota Polsek Godean mendapat laporan korban Wildan Alatif (23). Saat itu korban mengaku menjadi korban pembegalan orang dua orang pelaku di Bulak Sidoarum Godean.
Peristiwa itu bermula saat korban hendak masuk kerja sekitar pukul 03.30 WIB pagi, sebagai sopir jasa ekspedisi pada pekan lalu. Tapi jalan menuju kantor tempatnya bekerja di wilayah Sidoarum ditutup karena lockdown kampung akibat corona. Korban yang sedang mencari jalan lain tiba-tiba didatangi kedua pelaku.
“Pelaku ini menawarkan pada korban untuk melewati jalan di belakang kampung yang diblokir itu. Tanpa curiga korban menyanggupi pertolongan pelaku,” jelasnya.

Korban kemudian naik motor di belakang kedua pelaku yang berboncngan motor. Tanpa dia sadari, pelaku mengarahkan korban ke wilayah yang sepi dan gelap. Di tempat itu, korban dikeroyok kedua pelaku dengan sadis. Korban tak mampu melawan. Melihat korban tidak berdaya, pelaku EW langsung menggambil sepeda motor korban dan dibawa ke rumah IW. Sedangkan korban ditolong warga yang melintas dan dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan sebelum lapor polisi.
Mendapatkan laporan dari korban, polisi langsung melakukan penyelidikan dengan memeriksa saksi dan korban. Hasilnya petugas berhasil mengetahui keberadaan pelaku saat akan menjual sepeda motor hasil curian.

“Saat akan transaksi dengan pembeli, pelaku langsung kita tangkap beserta barang bukti sepeda motor hasil curian. Pelaku langsung mengakui perbuatannya dan digelandang ke Polsek Godean,” katanya.
Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, tersangka EW ternyata masih berstatus bebas bersarat dari Lapas Cebongan atas kasus pencurian dengan kekerasan. Namun kini pelaku harus kembali mendekam di sel tahanan Polsek Godean.
“Selama bebas bersarat pelaku ini setidaknya sudah lebih dua kali melakukan pencurian sepeda motor. Modusnya berbeda-beda dan selalu bergonta-ganti pasangan,” ujar Iptu Eko.

Kepada polisi, tersangka EW mengaku nekat melakukan pencurian sepeda motor karena terdesak kebutuhan ekonomi. Ia berdalih, bekerja sebagai tukang parkir tidak bisa mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari.
Atas perbuatannya pelaku dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan ancamam hukuman maksimal 12 tahun penjara.(Shn)

Read previous post:
ATLET MASIH BERLATIH MANDIRI – Peparda Mundur, Bantul Masih Optimis Juara

BANTUL (HARIAN MERAPI) - Pelaksanaan Pekan Paralympic Daerah (Peparda) DIY tahun 2021 yang diundur menjadi tahun 2022, tak menjadikan masalah

Close