Pemdes Badran Gelar Pasar Murah Covid-19

MERAPI-Zaini Arrosyid Warga antusias membeli di pasar murah
MERAPI-Zaini Arrosyid
Warga antusias membeli di pasar murah

TEMANGGUNG (MERAPI) – Pemerintah Desa Badran Kecamatan Kranggan Temanggung menggelar pasar murah untuk membantu mencukupi kebutuhan warga yang terdampak Covid-19, di halaman kantor desa setempat, Selasa (12/5).

Ratusan warga secara teratur memasuki area pasar murah. Mereka mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker, menerapkan social distancing dan mencuci tangan. Panitia langsung meminta warga untuk menghindari kerumunan dengan meminta warga langsung pulang usai membeli.

Kades Badran Nopirmansyah mengatakan pasar murah untuk membantu masyarakat yang kesulitan mencukupi kebutuhan hidup pada masa pandemi Covid-19.

” Dampak perekonomian sangat terasa bagi warga pasar murah dapat meringankan beban warga,” kata Nopirmansyah, Selasa (12/5).

Dia mengemukaan dana pasar murah berasal dari kas desa dan dibantu sejumlah pengusaha setempat. Total disediakan 500 paket, untuk warga di lima dusun yang ada di desa tersebut dan terdampak.

” Satu paket dapat didapatkan warga dengan harga Rp 50 ribu, sedangkan di pasar umum di jual Rp 65 ribu. Isi paket antara lain minyak goreng gula, telur dan beras, ” kata dia, sembari mengatakan kedepan diharapkan masih ada lagi pasar murah serupa.

Dia mengatakan tidak semua warga dapat membeli sembako di pasar murah. Sebab Pemdes Badran telah menerbitkan kupon, hanya warga yang membawa kupon yang bisa masuk, mereka adalah warga yang benar-benar terdampak. Pembelian juga dibatasi yakni maksimal 5 paket.

” Kami terapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus korona, ” kata dia.

Seorang warga Supartiyah mengatakan pasar murah sangat membantu warga sebab harga lebih murah dibanding dengan di pasar. Selisih harga ini bisa dimanfaatkan untuk membeli kebutuhan lainnya. ” Semoga ada pasar murah lagi,” kata dia. (Osy)

Read previous post:
Dalam 4 Bulan DBD di Bantul Capai 726 Kasus

BANTUL (MERAPI) - Selain Covid-19, masyarakat juga harus waspada terhadap penyakit demam berdarah dengue (DBD). Pasalnya sejak Januari hingga April

Close