PON DITETAPKAN 2-13 OKTOBER 2021 – KONI DIY Mulai Bahas Program

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Penundaan pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua sudah mendapat kepastian dari KONI pusat, yakni diselenggarakan pada 2-13 Oktober tahun 2021. Hal tersebut disampaikan Ketua Umum KONI pusat, Marciano Norman saat melakukan rapat melalui video conference dengan KONI daerah pada Selasa (12/5).

Dengan kepastian tersebut, KONI DIY pun langsung memulai membahas program yang akan dilakukan baik pada tahun ini maupun tahun depan sebagai persiapan menghadapi ajang olahraga multi even 4 tahunan tersebut.

Menurut Ketua Umum KONI DIY, Djoko Pekik Irianto, pihaknya saat ini tengah melakukan koordinasi terkait persiapan menghadapi PON XX. “Jika sudah ada kepastian tanggal, itu bisa jadi acuan kami untuk menyusun program, termasuk Puslatda yang saat ini sudah jalan,” terangnya usai rapat di Kantor KONI DIY, Yogya, kemarin.

Djoko Pekik menambahkan, KONI DIY tentu melakukan penyusunan program yang nantinya fase puncak para atlet yang disiapkan sesuai dengan waktu bertanding pada bulan Oktober 2021 mendatang. “Tahun 2021 kami lakukan persiapan maksimal, mulai fase awal hingga puncak. Karena untuk tahun ini latihan tak maksimal akibat covid-19,” imbuhnya.

Adanya kepastian tanggal pelaksanakan PON, diakui Djoko Pekik juga menjadi pedoman pihaknya mengajukan anggaran kepada pemerintah daerah. “Anggaran ini penting karena Puslatda yang kami rancang kan dijadwalkan hanya pada Oktober tahun ini, sedangkan PON diundur hingga Oktober tahun depan. Kemudian peralatan yang digunakan kan perlu di-support untuk bertanding tahun depan,” akunya.

Djoko Pekik juga mengungkapkan, KONI DIY meminta agar regulasi mutasi atlet pada PON XX tidak ada perubahan, yakni sejak Oktober 2018 meski PON diundur. Terkait hal itu, KONI pusat telah memastikan bahwa aturan tersebut tak ada perubahan.

”Kalau aturannya kan mutasi atlet 2 tahun sebelum pelaksanaan PON, yakni bulan Oktober 2018 dengan asumsi PON diadakan Oktober 2020. Namun karena PON mundur jadi tahun 2021, kami meminta itu tidak diubah karena penundaan ini kan kaitannya kondisi darurat pandemi covid-19, bukan hal lain dan KONI pusat sudah memastikan bahwa tak ada perubahan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Djoko Pekik juga mengatakan bahwa pihaknya berharap agar KONI pusat bisa melakukan komunikasi dengan pihak terkait dalam kaitannya dengan pelaksanaan SEA Games di Singapura pada bulan November 2021.

”PON kan diadakan bulan Oktober, kemudian bulan November sudah ada SEA Games. Kalau atlet yang sama mengikuti dua agenda tersebut, tentu penampilannya tidak maksimal. Mungkin ada solusi, misalnya dengan menunda pelaksanaan SEA Games agar atlet yang membela Indonesia bisa meraih hasil maksimal,” katanya. (Oro)

Read previous post:
Perawatan Tanaman Indoor Jangan Kendor

ANEKA jenis tanaman cocok ditempatkan di teras maupun di dalam suatu ruangan, sehingga dikenal sebagai tanaman indoor. Tak jarang, kompleks tempat

Close