Positif Corona Terus Melonjak, Sultan Dorong Rapid Test Massal

YOGYA (MERAPI)- Pasien positif corona di DIY kembali melonjak dengan adanya penambahan 10 kasus pada Selasa (12/5). Sehingga hingga kini, jumlah kasus positif Covid-19 di DIY adalah 169 kasus. Di sisi lain, 4 pasien dalam pengawasan (PDP) dilaporkan meninggal dunia.
Kesepuluh kasus positif terdiri dari dua orang laki-laki warga Yogyakarta berusia 76 dan 70 tahun, seorang perempuan berusia 48 tahun warga Kota Yogyakarta, seorang laki-laki berusia 49 tahun warga Sleman, enam orang warga Bantul yang terdiri dari seorang laki-laki berusia 34 tahun dan perempuan berusia 33, 43, 56, 52 dan 65 tahun.
Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih kepada wartawan kemarin mengatakan, riwayat dari kasus positif mayoritas dari klaster pertemuan gereja di Jakarta. Selebihnya berasal dari klaster Indogrosir dan kontak langsung dengan kasus positif.
Di sisi lain, dilaporkan dua orang dinyatakan sembuh dari Covid-19, terdiri dari seorang laki-laki berusia 39 tahun warga Sleman dan seorang perempuan berusia 39 tahun warga Bantul.

Selain itu dilaporkan kematian empat orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dalam proses laboratorium, seorang perempuan berusia 52 tahun dari Gunungkidul, seorang perempuan berusia 64 tahun warga Kota Yogyakarta, dan seorang laki-laki berusia 70 warga Kota Yogyakarta. Ketiganya sudah diambil swab. Adapun seorang laki-laki berusia 79 tahun warga Kota Yogyakarta belum diambil swab.
Akumulasi PDP hingga saat ini sebanyak 1.141 orang, 198 orang di antaranya masih dalam perawatan. Orang Dalam Pengawasan (ODP) sebanyak 5.661 orang. Hasil laboratorium negatif Covid-19 sebanyak 817 orang, 155 orang di antaranya masih proses laboratorium, 14 orang lainnya meninggal.
Meenanggapi lonjakan pasien positif corona, Gubernur DIY, Sri Sultan HB X mendorong pemerintah Kabupaten/Kota memaksimalkan Rapid Diagnostic Test (RDT) atau rapid test massal.

“Rapid tes untuk sementara ini ada 3.000 RDT (di Pemda DIY). Kami punya 3.000 tapi kabupaten-kabupaten masih punya sisa sekitar 1.000-an lah. Jadi diharapkan ini baru kabupaten yang 1.000 dihabiskan kami punya stok 3.000,” ungkap Sultan, Selasa (12/5) di Kompleks Kepatihan.
Salah yang harus menjadi perhatian adalah melakukan tracing di Klaster Indogrosir.
“Yang penting sementara itu bisa dilakukan untuk Indogrosir dan sebagainya itu,” imbuhnya.
Saat ini beberapa Pemerintah Kabupaten di DIY sudah antisipasi lonjakan kasus dengan menyiapkan tempat untuk isolasi jika hasil rapid tes itu reaktif. Contohnya seperti Kabupaten Sleman yang sudah menyiapkan Asrama Haji DIY sebagai tempat isolasi. Pemerintah Kabupaten Bantul juga telah menyiapkan dua rumah sakit tambahan yakni RS Rajawali Citra dan RS Nur Hidayah. Adapun Gunungkidul akan memaksimalkan RS Saptosari untuk karantina.

Sementara itu, jumlah pasien positif Covid-19 di Kabupaten Gunungkidul dinyatakan sembuh bertambah 4 orang, Selasa (12/5). Dengan demikian jumlah pasien sembuh dalam angka kumulatif sudah tercatat 12 orang. Perkembangan pergerakan Covid-19 satu pasien yang dinyatakan aktif berasal dari klaster Indogrosir. “Yang bersangkutan adalah laki-laki berusia 27 tahun warga Kecamatan Panggang,” kata Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul dr Dewi Irawaty M Kes, Selasa (12/5).
Adapun empat pasien yang sembuh tersebut berasal dari Kecamatan Wonosari dan Kecamatan Paliyan. Mereka sebelumnya diketahui dari hasil tracing maupun rapid test dan pemeriksaan swab dari riwayat kontak klaster Gadungsari (Jamaah Tablig) dan dinyatakan sebagai positif Covid-19 kategori Orang Tanpa Gejala (OTG). Terkait dengan temuan klaster baru Indogrosir, Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul akan melakukan rapid tes massal untuk 2.000 orang secara bertahap hingga 16 Mei 2020 mendatang.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Gunungkidul, dr Sumitro M Kes menuturkan, rapid tes massal ini dilakukan sebagai upaya pengendalian penyebaran virus corona di Gunungkidul. Dengan mengetahui hasil dari rapid tes tersebut, akan mempermudahkan pemerintah dalam pemetaan maupun penanganannya. “Sebanyak 2.000 orang yang akan dirapid tes itu termasuk 237 untuk ODP, 2 PDP ringan, 1.020 tenaga medis di Puskesmas, 103 jamaah tabligh, 27 migran dan 610 pendatang dari zona transmisi lokal dan indogrosir,” ucapnya.
Adapun rapid tes kepada para tenaga medis menjadi prioritas karena mereka merupakan orang rentan tertular sebagai garda terdepan penanganan Covid-19 di Gunungkidul. Ribuan tenaga medis yang disasar itu berada di 30 puskesmas di Gunungkidul.
Pihaknya juga terus melakukan pemantauan berkaitan dengan 10 klaster yang ada di Gunungkidul. “Klaster tersebut tersebar di 8 kecamatan di Gunungkidul,” terangnya.(C-4/Pur).

Read previous post:
Pemkab GunungKidul Bagikan 130 Ribu Masker

WONOSARI (MERAPI) - Pemerintah Kabupaten Gunungkidul mendistribusikan 130.000 masker di sejumlah desa dan pedagang di pasar rakyat, untuk mencegah meluasnya

Close