Rapid Test Massal Hari Pertama, 22 Pengunjung Indogrosir Reaktif

SLEMAN (MERAPI)- Ratusan pengunjung swalayan Indogrosir menjalani rapid diagnostic test (RDT) corona di Sleman dan Kota Yogya, Selasa (12/5) pagi. Hasilnya, 20 pengunjung di Sleman reaktif corona, sedangkan di Kota Yogya ada 2 pengunjung yang reaktif.
Di Sleman, rapid test digelar di GOR Pangukan, Tridadi, Sleman. Penjagaan ketat serta penerapan protokol physical distancing tetap dilakukan dalam tes massal tersebut.
Dari pantauan Merapi, terlihat ada dua jalur dari arah selatan dan utara yang menuju ke arah GOR Pangukan dijaga ketat oleh puluhan relawan. Yang diperbolehkan melintas diutamakan untuk yang melakukan tes RDT saja.
Sementara untuk pengunjung yang melakukan tes RDT, diminta mencuci tangan terlebih dahulu di tempat yang disediakan dan dilakukan pengecekan suhu tubuh. Setelah itu pengunjung melakukan pengisian data dan menunggu nomor antrean untuk pengambilan darah.

Pemkab Sleman juga menerjunkan puluhan personel baik dari tenaga medis, kepolisian, anggota TNI hingga sukarelawan PMI untuk dalam RDT massal tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Joko Hastaryo mengatakan, pemeriksaan spesimen selesai tepat pada pukul 14.50. Dari kuota kesempatan mengikuti Rapid test massal pertama sebanyak 500 terdaftar, namun hanya 416 orang yang hadir dan mengikuti test. Sementara yang tidak hadir, tidak ada keterangan dari para pendaftar.
Peserta Rapid test massal adalah warga Kabupaten Sleman yang berkunjung ke toko grosir Indogrosir di Jalan Magelang, Mlati pada periode tanggal 19 April sampai 4 Mei 2020. “Dari hasil tes tersebut, didapatkan 20 orang yang reaktif dan selebihnya negatif,” jelasnya. Bagi yang reaktif, ujar dia, segera akan dijemput oleh petugas puskesmas di mana warga tersebut bertempat tinggal untuk selanjutnya diantar ke pusat karantina kesehatan di asrama haji.

Bupati Sleman Sri Purnomo yang ditemui di lokasi rapid test menambahkan, Pemkab Sleman menyediakan kouta sebanyak 1.500 peserta. Namun hingga dilaksanakannya tes hari pertama, yang terdaftar hanya sekitar 1.422 orang saja.
Orang nomor satu di Kabupaten Sleman itu menjelaskan nantinya tim Gugus Tugas Covid-19 akan turun langsung ke alamat masing-masing jika hasil tes dinyatakan reaktif. Kemudian mereka akan dipindah ke asrama haji guna menjalani pemeriksaan selanjutnya.
“Mereka yang memperoleh hasil negatif kita imbau mau mengisolasi diri di kediaman masing-masing. Mereka nanti juga akan diminta mengikuti RDT kedua, sepekan kemudian,” tandasnya.

Untuk yang dinyatakan reaktif, diminta menjalani uji swab sesuai waktu yang dijadwalkan nantinya. Apabila dalam swab dinyatakan negatif, tetap akan diminta karantina mandiri di asrama haji. “Kalau nanti di-swab ketemunya positif, nanti didorong ke rumah sakit. Tapi kalau negatif isolasi mandiri selama 14 hari di asrama haji,” terangnya.
Dengan adanya penambahan kluster baru Covid-19 di Kabupaten Sleman, Pemkab Sleman telah melakukan berbagai upaya. Sri Purnomo berharap, tes massal ini nantinya juga akan menjadi solusi efektif yang bisa diterapkan guna memutus rantai penyebaran.

“Dari tes ini, nanti kita tracing terkait klaster Indogrosir. Karena muncul klaster baru, akan kita kejar terus agar tidak ketinggalan,” tegasnya.
Di Kota Yogya, pengunjung Indogrosir juga mendatangi puskesmas sesuai domisili pada Selasa (12/5) untuk mengikuti tes cepat atau rapid tes Covid-19. Jumlah warga yang paling banyak mendaftar untuk rapid tes berasal dari Kecamatan Tegalrejo yakni 93 orang. Selain Puskesmas induk Tegalrejo, rapid tes juga dilayani di Puskesmas Pembantu (Pustu) di kecamatan itu.
Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan, pada hari pertama kemarin total ada 185 orang yang mengikuti rapid tes di sejumlah puskesmas di Kota Yogyakarta. “Dari rapid tes Selasa (12/5), hasinya yang reaktif ada dua orang. Sedangkan yang non reaktif 183 orang, sepuluh hari lagi dirapid tes lagi,” tambah Heroe.

Dari pantauan kemarin, rapid tes di Pustu Tegalrejo tidak sampai terjadi antrean karena kedatangan warga sudah dijadwal. Para petugas medis menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap seperti baju hazmat.
Salah satu peserta rapid tes di Puskesmas Tegalrejo, Tusiran (60) menyebut berbelanja ke supermarket Indogrosir pada 27 April 2020 bersama istrinya. Tapi karena aturan rapid tes satu struk belanja hanya untuk 1 orang, warga Kricak itu hanya datang sendiri ke puskesmas.
“Saya kondisinya sehat-sehat saja. Tapi saya mengikuti aturan makanya ikut rapid tes untuk antisipasi. Sebenarnya sama istri belanjanya, tapi karena satu struk untuk satu orang,” kata Tusiran, saat datang di Pustu Tegalrejo, Selasa (12/5).

Heroe Poerwadi menambahkan, Rapid tes akan diadakan selama tiga hari mulai Selasa (12/5) sampai Kamis (14/5) di seluruh puskesmas di Kota Yogyakarta.
“Mau tidak mau kami harus cepat untuk bisa menangkap peta sebarannya dan apa yang harus dilakukan. Semua yang sudah daftar akan dirapid tes. Yang struknya hilang maupun belum mendaftar online, tetap kami minta datang ke puskesmas untuk diperiksa. Kalau perlu, dirapid tes sekalian,” terang Heroe, usai memantau rapid tes di Pustu Tegalrejo.
Dia menyampaikan dalam rapid tes di puskesmas menerapkan protokol corona.
“Jika hasil rapid tes reaktif, langsung masuk ke rumah sakit atau shelter. Kalau ingin isolasi di rumah harus penuhi syarat untuk isolasi mandiri. Jika statusnya reaktif klinis otomatis harus ke rumah sakit. Reaktif positif tapi kondisi badan normal bisa jadi di rumah sakit atau shelter,” jelasnya.
Dia menyebut sudah mempersiapkan shelter untuk isolasi di Balai Diklat Kemensos di Jalan Veteran ada 30 kamar. Sedangkan di rumah sakit rujukan Covid-19 kini sudah ada tambahan menjadi sekitar 95 kamar isolasi.(C-8/Tri)

Read previous post:
Positif Corona Terus Melonjak, Sultan Dorong Rapid Test Massal

YOGYA (MERAPI)- Pasien positif corona di DIY kembali melonjak dengan adanya penambahan 10 kasus pada Selasa (12/5). Sehingga hingga kini,

Close