Klaster Baru Muncul, Pemkot Yogya Siap Tambahan Kamar Isolasi Pasien Corona

UMBULHARJO (MERAPI)- Rumah sakit rujukan corona di Kota Yogyakarta diminta mempersiapkan tambahan kamar isolasi untuk menangani pasien yang terpapar Covid-19. Penambahan kamar isolasi itu untuk mengantisipasi jika terjadi lonjakan pasien karena adanya klaster baru sebaran Covid-19 di DIY.
“Kami akan koordinasikan dan negosiasikan dengan rumah sakit-rumah sakit agar membuka tambahan kamar isolasi. Ini sebagai antisipasi jika sebaran kasus Covid-19 semakin meluas dengan adanya klaster-klaster baru,” kata Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi kepada wartawan, Minggu (10/5).

Dia menyampaikan, jika rumah sakit rujukan sudah penuh maka akan menggunakan kamar di Balai Diklat Kementerian Sosial RI di Jalan Veteran Yogyakarta. Balai itu selama ini sudah dijadikan sebagai tempat karantina warga yang rumahnya tidak memenuhi syarat untuk isolasi.
Dia menyebut kini ada 45 kamar isolasi yang tersebar di 7 rumah sakit rujukan Covid-19 di Kota Yogyakarta. Diakuinya belum semua kamar isolasi tersebut digunakan untuk menangani pasien Covid-19. Namun dia menilai perlu mempersiapkan tambahan kamar isolasi guna mengantisipasi adanya peningkatan pasien lantaran adanya klaster baru penularan Covid-19.

Penambahan kapasitas kamar isolasi itu juga sejalan dengan upaya mengintensifkan contact tracing dan screening terhadap klaster-klaster baru yang muncul di DIY melalui rapid test. “Kondisi ini perlu kerjasama secara bersama, mengingat transmisi lokal yang sedang ditracing ini punya potensi sebaran yang agak luas,” ujarnya.
Klaster baru penyebaran Covid-19 yang diwaspadai Pemkot Yogyakarta adalah klaster supermarket Indogrosir di Jalan Magelang Kabupaten Sleman. Untuk itu Pemkot Yogyakarta membuka layanan rapid tes bagi warga Kota Yogyakarta yang mengunjungi supermarket di Jalan Magelang pada periode 19 April sampai 4 Mei 2020. Pendaftaran peserta rapid tes melalui laman corona.jogjakota.go.id pada 10-11 Mei 2020.

Kemudian rapid tes dilaksanakan pada 12-14 Mei 2020 di masing-masing puskesmas sesuai domisili dan memiliki struk transaksi di supermarket itu.
“Kami imbau warga yang sudah belanja di sana mengurangi mobilitas dan melakukan isolasi mandiri sampai nanti mengikuti rapid tes. Kami berharap, semoga warga yang sempat belanja atau ada keperluan di sana, dalam kondisi sehat-sehat saja,” tutur Heroe.
Dia menegaskan hasil rapid tes juga untuk mendeteksi peta sebaran Covid-19 dan akan ditindaklanjuti dengan tracing terhadap titik-titik pertemuan yang berpotensi sebagai titik sebaran. Pemkot Yogyakarta mencatat per Sabtu (9/5) pukul 16.00 WIB jumlah positif Covid-19 ada 11 orang yang dirawat. Sedangkan pasien dalam pengawasan 27 orang dan jumlah kumulatif orang dalam pemantauan sebanyak 625 orang.

“Semua masyarakat harus semakin disiplin dalam menerapkan protokol corona karena sebaran sudah masuk dalam kontak fisik di tempat umum. Tetap di rumah. Hanya kondisi terpaksa kalau harus keluar rumah. Belanja kebutuhan pokok di pasar atau toko swalayan sudah bisa dilayani secara online untuk mengurangi kerumunan orang,” pungkasnya.(Tri)

Read previous post:
POLISI JAGA KETAT PERBATASAN-Masuk Yogya Langsung Di-Rapid Test

PRAMBANAN (MERAPI)- Satlantas Polres Sleman menggelar tes cepat atau rapid test corona kepada pengemudi kendaraan yang berasal dari luar Provinsi

Close