KONI DIY DUKUNG LATIHAN ATLET – PRUI dan FPTI Terima Bantuan Alat

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Sebagai bentuk dukungan dalam melakukan persiapan para atlet menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua, KONI DIY memberikan bantuan alat. Kali ini terdapat dua pengurus daerah (Pengda) cabang olahraga (cabor) yang menerima bantuan alat, yakni  Persatuan Rugby Union Indonesia (PRUI) DIY dan Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) DIY.

PRUI DIY menerima bantuan alat dari KONI DIY yang mencapai Rp 29 juta. Adapun bantuan untuk PRUI DIY meliputi tackle bag, tackle shield, pelindung gawang, bola, ladder agility, rompi, tas bola, cone 24 cm, cone mangkok dan gawang.

Sedangkan bantuan yang diterima oleh FPTI DIY sekitar Rp 40 juta. Bantuan tersebut antara lain, la sportiva cobra, harnes petzl hirundos, harnes petzl corax, harnes petzl falcon mountain, carabiner william petzl autolock, petzl djinn 17 cm, sling petzl 80 cm, roll and lock ct/kong, petzl grigri 2 dan petzl verso.

Bantuan alat tersebut secara simbolis diserahkan oleh Wakil Ketua II KONI DIY, Rumpis Agus dan Sekum KONI DIY, Agung Nugroho kepada pengurus cabor yang bersangkutan. Menurut Rumpis, meski PON di Papua ditunda pada tahun 2021 mendatang, bantuan alat yang diberikan KONI DIY tersebut diharapkan bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin hingga jelang keberangkatan.

“Selain alat habis-pakai, kami harap alat-alat yang bisa digunakan dalam jangka waktu panjang ini benar-benar dirawat dengan sebaik mungkin agar bisa terus digunakan untuk latihan. Ketika memesan alat ini dulu perkiraan tanding pada Oktober 2021 sehingga hanya untuk beberapa bulan latihan. Namun karena PON ditunda, maka latihannya lebih lama dan alatnya juga tentunya harus bisa digunakan lebih lama,” tuturnya di Yogya, kemarin.

Hingga saat ini, KONI DIY telah memberikan bantuan alat kepada 4 cabor atau subcabor yang masuk dalam program pemusatan latihan daerah (Puslatda). Masih terdapat cabor yang belum mendapatkan bantuan karena terkendala pemesanan barang, terlebih dengan kondisi pandemi covid-19 atau virus corona yang saat ini juga membuat pengiriman barang lebih sulit. (Oro)

 

 

Read previous post:
Kelompok Perempuan Sidoluhur Tetap Semangat Bikin Batik Jumputan

SEMANGAT membuat kerajinan batik jumputan sudah rutin dilaksanakan Kelompok Kegiatan Perempuan Desa Sidoluhur Godean Sleman. Saat merebak virus corona pun,

Close