KONI DIY SESUAIKAN ANGGARAN – Puslatda Tak Ada Tingkatan Level

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Pengalihan anggaran KONI DIY untuk penanganan wabah covid-19 membuat sejumlah program kegiatan mengalami penyesuaian, termasuk pemusatan latihan daerah (Puslatda) para atlet DIY menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua. Dengan anggaran terbatas KONI DIY akhirnya memutuskan tidak ada perbedaan atlet Puslatda, baik level I maupun level II.

 

Menurut Wakil Ketua II KONI DIY, Rumpis Agus Sudarko, kebijakan tersebut menyesuaikan dengan anggaran yang tersedia di KONI DIY karena pengalihan dana untuk penanganan covid-19. “Penyesuaian anggaran di KONI DIY dari Rp 29 miliar dan dialihkan mencapai Rp 20 miliar. Dengan anggaran terbatas, kami lakukan penyesuaian yakni dengan tidak ada level I maupun level II,” terangnya di Yogya, Sabtu (2/5).

 

Sebelumnya, KONI DIY sebenarnya melakukan kategorisasi bagi para atletnya, yakni level I untuk atlet yang ditarget medali emas, sedangkan sisanya masuk level II. “Namun untuk penyesuaian ini, hanya berlangsung dari bulan Mei hingga Desember 2020 ini. Untuk selanjutnya masih akan kami bahas lebih lanjut,” tuturnya.

 

Terkait honor yang diterima para atlet dan pelatih yang masuk program Puslatda, Rumpis mengaku jika hal itu juga masuk dalam penyesuaian. “Karena tidak ada perbedaan level I dan level II, maka honornya juga sama. Namun untuk besarannya masih kami bahas lagi,” akunya.

 

Meski demikian, Rumpis mengatakan bahwa secara prinsip pihaknya tidak khawatir dengan latihan yang dilakukan para atlet DIY dengan situasi sulit seperti ini. “Memang situasinya sulit ya di tengah pandemi seperti ini, latihan tidak maksimal. Namun saya yakin atlet tetap memiliki komitmen untuk terus berlatih sebagai seorang profesional,” katanya. (Oro)

 

 

 

Read previous post:
NPC DIY Evaluasi Atlet Pelatda

Close