Baru Bebas, Napi Asimilasi Frustasi

BANTUL (MERAPI)- Usai keluar penjara awal bulan lalu lewat program asimilasi gara-gara wabah Covid-19, Rf (23) warga Sanggrahan, Timbulharjo, Sewon harus kembali meringkuk di balik jeruji besi. Dia kepergok saat nekat membobol kantor Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kabupaten Bantul di Mindi, Sumberagung, Jetis, Bantul, Jumat (1/5). Kepada polisi, tersangka mengaku nekat mencuri karena tak punya uang. Dia frustasi karena sulit dapat pekerjaan di tengah lesunya ekonomi akibat pandemi corona.
Kini tersangka masih menjalani pemeriksaan penyidik Unit Reserse Polsek Jetis Polres Bantul. Polisi juga masih memburu satu orang teman tersangka yang berhasil kabur.

Kapolsek Jetis, AKP M Sholeh SH MM kepada wartawan kemarin mengatakan, sebelum membobol kantor BPP Bantul, tersangka RF berkumpul di rumah temannya di Banguntapan. Setelah itu mereka berdua merencanakan pergi ke daerah Sumberagung Jetis Bantul untuk melakukan aksinya. Setelah sampai di depan kantor BPP, tersangka Rf turun dari motor. Usai memastikan kondisinya aman, dia pun berusaha melepas gembok pintu gerbang sisi selatan. Namun tanpa diduga, tindakan Rf kepergok anggota Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), Sigit Marwanto dan Sukradi.
Tahu aksinya dipergoki, teman tersangka kabur sedangkan Rf tertinggal di lokasi. Kontan saja dia dibekuk dua saksi.

“Pelaku berusaha untuk membobol kantor BPP dengan cara merusak gembok pintu gerbang sisi selatan. Tetapi tindakannya ketahuan anggota FPRB pak Sukardi dan Mas Sigit. Kemudian kami datang ke Kantor BPP untuk mengamankan tersangka,” ujar M Sholeh.
Dia kemudian digelandang ke Mapolsek Jetis. Kepada polisi, dia mengaku
nekat membobol kantor PPP Bantul karena pusing sulit mencari pekerjaan usai dibebaskan dalam program asimilasi. Setelah keluar dari LP Wirogunan pada 2 April lalu, praktis dia belum punya pekerjaan. “Setelah keluar dari LP Wirogunan saya berusaha mencari pekerjaan jadi buruh. Tetapi sangat sulit karena ada wabah corona. Kemudian saya membantu orangtua di rumah. Itu yang membuat saya frustasi, tidak punya penghasilan,” ujar Rf.

Dijelaskan, tanggal 2 April 2020 lalu Rf keluar dari LP Wirogunan setelah divonis 1 tahun lima bulan penjara di PN Bantul dalam kasus pencurian motor. “Seharusnya saya keluar 26 September 2020, tetapi karena ada program asimilasi, kemudian keluar tanggal 2 April lalu,” ujar Rf.(Roy)

Read previous post:
Bank BPD DIY Bima Perkasa Lelang Jersey Bersejarah

Close