Pantau Distribusi Bantuan, Paguyuban Difabel Sehati Sukoharjo Sisir Wilayah

Ketua Paguyuban Difabel Sehati Sukoharjo Edy Supriyanto dan Kepala Desa Gumpang, Kecamatan Kartasura Dwi Nuryanto saat memberi bantuan pada difabel. (Foto: Wahyu Imam Ibadi)
Ketua Paguyuban Difabel Sehati Sukoharjo Edy Supriyanto dan Kepala Desa Gumpang, Kecamatan Kartasura Dwi Nuryanto saat memberi bantuan pada difabel. (Foto: Wahyu Imam Ibadi)

SUKOHARJO (MERAPI) – Paguyuban Difabel Sehati Sukoharjo sisir semua wilayah untuk mengetahui distribusi bantuan khususnya kepada difabel terkait kondisi pandemi virus corona seperti sekarang. Hasilnya diketahui masih banyak difabel belum tersentuh bantuan baik sembako, masker, hand sanitizer dan lainnya. Karena itu pihak Paguyuban Difabel Sehati Sukoharjo medesak pada pemerintah desa dan kecamatan aktif memantau dan adil menyalurkan bantuan dari Pemkab Sukoharjo dan pemerintah pusat.

Ketua Paguyuban Difabel Sehati Sukoharjo Edy Supriyanto, Kamis (30/4) mengatakan, terus memantau distribusi atau penyaluran bantuan khususya terhadap difabel di 12 kecamatan. Bantuan terkait kondisi pandemi virus corona sangat banyak berasal dari berbagai sumber dan program. Karena itu pihak Paguyuban Difabel Sehati Sukoharjo meminta agar dalam penyaluran tersebut juga adil menyasar difabel.

Pemantauan sudah dilakukan Paguyuban Difabel Sehati Sukoharjo disejumlah desa dibeberapa kecamatan. Hasilnya masih banyak difabel belum tersentuh bantuan baik sembako, masker dan hand sanitizer.

Edy mencontohkan seperti bantuan masker dan hand sanitizer yang sering dan banyak dibagikan baik pemerintah dan pihak lain di pinggir jalan atau beberapa tempat. Bantuan tersebut hanya bisa dinikmati masyarakat dan tidak sampai ke difabel. Sebab difabel memiliki keterbatasan dalam beraktivitas dan adanya himbauan pemerintah harus di rumah sebagai bentuk pencegahan penyebaran virus corona.

“Bantuan untuk difabel harus diantar ke rumah difabel penerima. Sebab difabel sulit mengakses tidak mudah keluar rumah. Pemkab Sukoharjo sendiri sudah banyak memberikan program bantuan. Kami minta dibawahnya pemerintah desa, kelurahan dan kecamatan aktif membantu difabel agar bantuan itu bisa cepat diterima ditengah kondisi pandemi virus corona seperti sekarang,” ujarnya.

Paguyuban Difabel Sehati Sukoharjo menemukan difabel yang sudah terdata sebagai penerima bantuan tapi sulit dalam proses pengambilan karena terkendala fisik. Selain itu, Edy mengatakan, masih banyak pula yang belum terdata dan tidak mendapat bantuan.

“Kami terus pantau perkembangan distribusi bantuan terkait virus corona khususnya terhadap difabel. Memang banyak yang belum karena ada kendala,” lanjutnya.

Bantuan terhadap difabel juga diusahakan Paguyuban Difabel Sehati Sukoharjo dengan melibatkan sejumlah pihak terkait lain dan donatur. Hal itu dimaksudkan agar pemenuhan difabel ini terjamin selama tinggal di rumah akibat pandemi virus corona.

“Pemerintah sudah meminta tinggal di rumah. Kebutuhan difabel ini berbeda dengan orang pada umumnya. Tidak sekedar makan dan minum saja, tapi juga hal lain seperti vitamin, obat, terapi, konseling, peralatan dan lain. Selama di rumah maka kebutuhan ini harus dipenuhi,” lanjutnya.

Koordinasi dilakukan Paguyuban Difabel Sehati Sukoharjo dengan melibatkan Dinas Sosial (Dinsos) Sukoharjo. Harapannya difabel bisa mendapat bantuan baik bersumber dari pemerintah pusat, provinsi, kabupaten dan desa.

“Harapan terakhir apabila difabel belum menerima bantuan maka akan didata dan dimintakan bantuan melalui BLT desa. Kami terus koordinasi dengan Dinsos Sukoharjo,” lanjutnya.

Sementara itu dalam menghadapi pandemi virus corona seperti sekarang, Paguyuban Difabel Sehati Sukoharjo juga berkeliling wilayah melihat kondisi difabel selama di rumah. Hal itu penting untuk melihat perkembangan selama di rumah.

“Seperti kami lakukan kunjungan dan memberi bantuan terhadap Agus salah satu difabel asal Desa Gumpang, Kecamatan Kartasura. Kami lihat kondisinya karena memang berasal dari keluarga tidak mampu dan membutuhkan bantuan. Jadi kami libatkan Dinsos Sukoharjo, Pemerintah Desa Gumpang, Kecamatan Kartasura dan donatur,” lanjutnya.

Edy mengatakan, khusus untuk Agus difabel asal Desa Gumpang, Kecamatan Kartasura sudah mendapat bantuan sembako dari Pemkab Sukoharjo. Selain itu juga menerima fasilitas kesehatan gratis KIS.

“Kami juga memberi semangat pada difabel selama tinggal di rumah akibat pandemi corona. Mereka harus tetap diberi semangat agar tidak semakin tertekan karena keterbatasan fisik. Termasuk juga menjaga imun agar tetap sehat dan tidak tertular virus corona,” lanjutnya.

Kepala Desa Gumpang, Kecamatan Kartasura Dwi Nuryanto mengatakan, secara keseluruhan total ada puluhan difabel di wilayahnya. Mereka sudah terdata dan menerima bantuan sembako terkait pandemi virus corona.

“Bantuan dalam bentuk sembako, masker dan lain sudah diberikan Pemkab Sukoharjo, Kodim 0726 Sukoharjo melalui Koramil Kartasura dan donatur kepada difabel di Desa Gumpang. Bantuan juga ditambah dari Paguyuban Difabel Sehati Sukoharjo dan Dinsos Sukoharjo,” ujarnya.

Dwi Nuryanto menambahkan, sesuai himbauan dari Paguyuban Difabel Sehati Sukoharjo maka Pemerintah Desa Gumpang, Kecamatan Kartasura juga akan memantau kondisi kesehatan difabel. Sebab mereka juga wajib menaati himbauan pemerintah pusat tetap tinggal di rumah selama pandemi virus corona agar tidak tertular. (Mam)

Read previous post:
Syahrul Mubarak

BULAN Ramadan memiliki banyak keberkahan, keutamaan dan berbagai keistimewaan lain yang tidak dimiliki oleh bulan-bulan lainnya. Pada bulan Ramadhan, doa

Close