Kades Pimpin Aksi Penolakan Gedung Kesenian Jadi Ruang Isolasi Pasien Corona

WONOSARI (MERAPI)- Puluhan warga Desa Baleharjo, Kecamatan Wonosari, Gunungkidul mendatangi Gedung Kesenian Wonosari menolak rencana penggunaan gedung itu untuk lokasi darurat isolasi bagi belasan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19, Selasa (28/4) kemarin. Aksi penolakan yang dipimpin Kepala Desa Baleharjo Agus Setiawan itu menuntut agar Pemkab Gunungkidul membatalkan rencana itu.
“Meskipun pasien PDP belum positif terpapar Covid-19, tetapi masyarakat secara psikologis terganggu karena itu, kami menuntut untuk dibatalkan (jadi lokasi isolasi),” kata Kades Baleharjo, Agus Setiawan di sela menggelar aksi penolakan.

Menurut Agus, para warga mengaku kaget dengan rencana mendadak Pemkab Gunungkidul yang akan menggunaan gedung kesenian Baleharjo untuk tempat isolasi darurat. Terlebih lagi tidak ada sosialisasi yang diberikan sebelumnya. Seharusnya, kata dia, Pemkab tidak asal membuat ruang isolasi darurat yang justru berpotensi menimbulkan keresahan.
Rencananya, gedung itu akan dipakai mengisolasi 11 pasien PDP yang sebelumnya kontak dengan pasien positif. Dari hasil rapid test, 11 orang itu diketahui positif. Dikatakan Agus, warga melakukan penolakan kebijakan Pemkab Gunungkidul tersebut karena 11 warga yang hendak diisolasi di tempat itu sudah dilakukan rapid test dengan hasil positif. Dari pantauan di dalam gedung Kesenian kemarin, memang sudah tersedia kasur-kasur yang akan digunakan untuk isolasi terhadap 11 warga yang diketahui semua melakukan kontak langsung dengan pasien positif Covid-19 di Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari itu.

Secara terpisah, Ketua DPRD Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih SE meminta pengambilan kebijakan agar sesuai dengan komitmen dan perencanaan semula yakni isolasi di RSUD Saptosari. Segala sesuatu yang berkaitan dengan kebijakan, ujar dia, semestinya dikoordinasikan dan disosialisasikan kepada masyarakat. “Agar tidak menimbulkan masalah,” ujar Endah. Endah Subekti kemudian mengajak seluruh komponen untuk menyatukan sikap agar pandemi Covid-19 segera dapat teratasi.

Ketua Gugus Tugas Penanhanan Covid-19 Gunungkidul, Dr Immawan Wahyudi MH menambahkan, pemerintah langsung merespons penolakan dari warga. Saat ini, barang-barang yang sebelumnya telah didrop sudah dipindahkan dan dia memastikan bahwa Gedung Kesenian tidak jadi digunakan untuk tempat isolasi. “Isolasi dilakukan di RS Saptosari,” terangnya.(Pur)

Read previous post:
Tambahan 10 Positif Corona di DIY Didominasi Penularan Lokal

Close