PENUNDAAN PON XX – KONI DIY Keluhkan Beban Anggaran

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua akhirnya secara resmi ditunda oleh pemerintah pada bulan Oktober tahun 2021 mendatang. Menanggapi keputusan tersebut, Ketua Umum KONI DIY, Djoko Pekik Irianto mengatakan bahwa hal itu membuatnya kesulitan dalam merancang anggaran untuk persiapan, termasuk program pemusatan latihan daerah (Puslatda).

 

”Jelas ini sangat memberatkan ya, terutama pembengkakan anggaran. Penundaannya cukup lama sehingga persiapan latihan yang dilakukan atlet otomatis bertambah. Namun ini coba kami siasati dengan meminimalisir anggaran pada tahun ini,” terang Djoko Pekik ketika dihubungi di Yogya, kemarin.

 

Disebutkan Djoko Pekik, padahal anggaran KONI DIY tahun ini diprioritaskan untuk program Puslatda yang mencapai Rp 12 miliar. Dengan adanya keputusan penundaan PON, pihaknya berusaha untuk meminimalisir anggaran tahun ini agar bisa digunakan untuk persiapan PON tahun depan.

 

”Dengan meminimalisir anggaran tahun ini, harapannya bisa kami gunakan untuk Puslatda tahun 2021 yang dimulai bulan Januari. Namun selain itu kami juga tetap berkoordinasi dengan Pemda DIY terkait kebutuhan tahun depan. Jadi, tetap kami ajukan anggaran tahun 2021 untuk Puslatda karena kalau hanya mengandalkan dari tahun 2020 sepertinya belum mencukupi,” bebernya.

 

Lebih lanjut, Djoko Pekik juga menilai penundaan PON pada bulan Oktober 2021 memiliki dampak terhadap even lain. Salah satu dampaknya yakni persiapan atlet nasional menghadapi SEA Games yang dijadwalkan digelar bulan November.

 

”Kalau PON di bulan Oktober, otomatis persiapan SEA Games juga akan terganggu. Kami coba mengusulkan agar atlet Pelatnas tidak tampil di PON sehingga bisa fokus ke SEA Games. Namun ini bakal mendapat penolakan dari banyak daerah,” lanjutnya.

 

Selain itu, untuk even di daerah, khususnya di DIY, penundaan PON di bulan Oktober 2021 juga bakal berpengaruh pada pelaksanaan Pekan Olahraga Daerah (Porda) yang dijadwalkan bulan September. “Ya itu terkena dampak juga tapi akan kami koordinasikan lagi dengan KONI kabupaten/kota,” ujarnya. (Oro)

 

 

 

Read previous post:
Kementan Siapkan 45 Ton Beras Perbulan untuk Dukung ATM Pertanian Sikomandan

Close