Seto Sepakat Jika Kompetisi Dihentikan

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Kompetisi sepakbola di beberapa negara Eropa mulai diwacanakan untuk kembali dilanjutkan dengan segala risiko di tengah pandemi covid-19 atau virus corona. Namun hal tersebut berbeda dengan di Indonesia yang belum diketahui secara pasti apakah kompetisi akan dilanjutkan atau tidak.

 

Menanggapi nasib kompetisi yang belum pasti, Pelatih PSIM Yogya, Seto Nurdiyantoro memiliki pandangan untuk lebih memperhatikan keselamatan dan kesehatan semua elemen masyarakat, tidak hanya pelaku olahraga.

 

Bahkan pelatih yang sudah mengantongi lisensi AFC Pro itu akan menyepakati jika federasi atau operator kompetisi akhirnya menghentikan secara permanen atau tidak melanjutkan kompetisi musim ini, terutama Liga 2.

 

“Kalau saya sebenarnya malah lebih berharap agar federasi memiliki ketegasan dalan mensikapi pandemi ini. Apalagi di situasi yang serba tidak pasti. Kalau kompetisi memang harus dihentikan, saya rasa itu jadi solusi. Ini juga agar pemerintah bisa fokus menangani virus ini, tidak terpecah pada hal lain,” tuturnya di Yogya, kemarin.

 

Disebutkan mantan pelatih PSS Sleman itu, penanganan terhadap virus corona memang sesuatu hal yang dianggapnya serius. “Kita tidak bisa melihat virus ini. Ini krisis yang harus ditangani secara bersama, bagaimana memutus rantai penularan virus ini,” ujarnya.

 

Disinggung mengenai turnamen pengganti jika nantinya kompetisi akhirnya ditiadakan, Seto mengaku jika hal tersebut juga perlu memperhatikan risiko atau dampaknya. “Kalau diadakan di saat masih ada pandemi, lebih baik tidak dulu. Mungkin pandangannya agar tetap ada aktivitas sepakbola tapi tetap ada risiko besar di situ,” terangnya.

 

Selain itu, jika tetap memaksakan untuk digelarnya turnamen meski tanpa penonton, pria berusia 46 tahun tersebut menyebutkan bahwa hal tersebut tetap memiliki risiko. “Saya rasa kita tak bisa main-main dengan virus ini ya. Ini masalah yang serius. Meski turnamen tanpa penonton, tetap ada dampak sosial nantinya,” bebernya.

 

Pada kompetisi Liga 2 musim 2020, tim Laskar Mataram baru menjalani satu kali pertandingan yakni, ketika kalah 1-2 saat bertandang ke kandang Sriwijaya FC. Setelah itu Yoga Pratama dan kawan-kawan memang masih sempat menjalani latihan dalam sepekan di tengah merebaknya pandemi covid-19. Namun aktivitas latihan bersama kemudian dihentikan dan para pemain dipersilakan berlatih mandiri di rumah masing-masing. (Oro)

 

Read previous post:
KONI DIY Perpanjang Puslatda Mandiri

Close