KONI DIY Diminta Pangkas Anggaran Rp 18 M

YOGYA (HARIAN MERAPI) – KONI DIY bakal melakukan pemangkasan kegiatan yang masuk program tahun 2020 hingga mencapai Rp 18 miliar. Kebijakan tersebut dilakukan KONI DIY setelah melakukan pertemuan dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY pada Senin (20/4).

 

Menurut Ketua Umum KONI DIY, Djoko Pekik Irianto, dalam pertemuan tersebut pihak Pemerintah Daerah (Pemda) DIY meminta agar KONI DIY melakukan penghematan anggaran mencapai Rp 18 miliar. “Anggaran dari Pemda DIY untuk kegiatan dipangkas mencapai Rp 18 miliar,” ujarnya saat dihubungi di Yogya, kemarin.

 

Lebih lanjut, Djoko Pekik belum bisa memastikan apakah anggaran yang dipangkas mencapai Rp 18 miliar. “Masih akan kami pelajari lebih lanjut untuk pemangkasan anggaran kegiatan tahun ini. Kami akan koordinasi dengan pengurus lain untuk mencermati pemangkasan ini. Namun secara prinsip kami siap mendukung langkah Pemda untuk menangani wabah covid-19 ini,” lanjutnya.

 

Sementara itu terpisah, Wakil Ketua II KONI DIY, Rumpis Agus Sudarko mengatakan, untuk pemangkasan anggaran KONI DIY diperkirakan mencapai Rp 16,7 miliar. Sejumlah kegiatan yang dicoret dalam kaitan pemangkasan anggaran meliputi, pemberangkatan kontingen DIY menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 2020, mulai dari pengukuhan, pemantapan, hingga pemberangkatan. Selain itu terdapat beberapa tahapan Puslatda PON juga dicoret, seperti try out, latihan bersama, hingga bintek.

 

Rumpis menambahkan, terdapat pemangkasan di sektor lain, seperti kegiatan lain yang digelar rutin Binpres KONI DIY, seperti bantuan bagi cabang olahraga (cabor) untuk ikut ke kejuaraan daerah (Kejurda), kejuaraan nasional (Kejurnas) juga dihilangkan. Adapun pemangkasan anggaran di bidang kesekretariatan, yakni rapat rutin, perjalan dinas, hingga rehap gedung.

 

Disebutkan Rumpis, dalam pertemuan dengan Disdikpora DIY, pihaknya berusaha untuk tetap mempertahankan anggaran Puslatda PON. “Anggaran terbesar itu ada Puslatda PON. Kami meminta agar itu tidak dihilangkan, supaya honor atlet dan pelatih tetap ada,” katanya.

 

Terkait pengembalian anggaran dari KONI DIY ke Pemda DIY, Rumpis menyampaikan bahwa sistem yang digunakan berbeda dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemda DIY dalam proses pencairan anggaran.

“Kalau untuk KONI DIY uangnya sifatnya di-saving dulu tetap di kas KONI DIY tapi tidak boleh digunakan. Jadi kalau besok PON tetap dilaksanakan bulan Oktober tahun ini, anggaran keberangkatan yang sudah kami saving tadi tetap bisa dimunculkan lagi dan kami gunakan,” bebernya. (Oro)

 

Read previous post:
Hellofit Bantu Peralatan Medis untuk RSUP Dr Sardjito

Close