Sleman Potong Retribusi Pasar 50 Persen Selama Pandemi Corona

Arief Surahman saat mengunjungi pasar tradisional di Mlati Sleman. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)
Pasar tradisional di Mlati Sleman.

SLEMAN (MERAPI) – Pemerintah Kabupaten Sleman memberikan potongan keringanan retribusi pasar tradisional sebesar 50 persen di seluruh pasar selama pandemi Covid-19 ini.
“Pemberian keringanan retribusi pasar tradisional tersebut untuk membantu pedagang pasar selama menghadapi masa-masa sulit akibat pandemi virus Corona,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman Mae Rusmi Suryaningsih, di Sleman, Minggu (19/4).

Mae Rusmi menjelaskan, relaksasi ini diberikan karena dalam kondisi pandemi Covid-19 saat ini, sejumlah pedagang di pasar tradisional mengeluhkan berkurangnya omzet.
“Besaran keringanan ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Bupati Sleman yang berlaku sejak awal April ini hingga Mei 2020,” katanya dilansir Antara.

Sesuai Keputusan Bupati Sleman Nomor 24.1/Kep.KDH/A/2020, Pemkab Sleman tidak hanya mengurangi retribusi pelayanan pasar, tetapi juga retribusi pelayanan persampahan, dan retribusi pemakaian kekayaan daerah.
“Upaya ini bertujuan untuk meringankan beban pedagang di pasar tradisional. Hal ini bagian dari stimulus yang diberikan,” katanya.
Menurut dia, keringanan selama dua bulan ini dapat membuat retribusi pelayanan pasar turun antara Rp450 juta hingga Rp500 juta.
“Pengurangan retribusi tersebut diperkirakan akan berdampak pada penurunan PAD pasar tradisional di Sleman tahun ini. Tahun 2018 retribusi pasar tradisional menyumbang PAD sebesar Rp6,2 miliar dan 2019 sebesar Rp6,7 miliar sebagian menggunakan sistem e-retribusi,” katanya.

Mae Rusmi memastikan pengurangan retribusi ini dapat diperpanjang sesuai kondisi dan perkembangan yang terjadi, terkait pandemi Covid-19.
Retribusi Pelayanan Pasar Kabupaten Sleman merupakan retribusi atas setiap pelayanan penyediaan fasilitas pasar tradisional, berupa pelataran, los, kios yang dikelola Pemkab Sleman dan khususnya disediakan untuk pedagang. Dasar hukum retribusi pelayanan pasar tertuang dalam Perda Kabupaten Sleman No.2/2012.
“Di wilayah Sleman terdapat 43 pasar tradisional yang dikelola Pemkab Sleman, di antaranya Pasar Prambanan, Kalasan, Pakem, Sleman, Godean dan lainnya dengan jumlah 1.614 kios, dan 1.583 los dengan jumlah pedagang hampir 14.000 orang,” paparnya. (*)

Read previous post:
IDI DIY Terima Bantuan APD dari Polda DIY

BANGUNTAPAN (MERAPI) - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) DIY dan Polda DIY bersepakat untuk melakukan langkah terbaik dalam penanggulangan pandemi Covid

Close