2 Dokter di Yogya Positif Corona, 4 PDP Meninggal

YOGYA (MERAPI)-Dua dokter dari fasilitas layanan kesehatan di Kota Yogyakarta dinyatakan positif terinfeksi Covid-19 dan kini tengah menjalani isolasi. Di sisi lain, 4 Pasien Dalam Pengawasan Corona di DIY dilaporkan meninggal pada Minggu (19/4).
Empat Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang meninggal itu masih dalam proses laboratorium dan belum diketahui positif atau negatif corona. “Semuanya memiliki usia di atas 60 tahun,” ujar Juru Bicara Pemda DIY untuk penanganan Covid-19 Berty Murtiningsih kepada wartawan, Minggu (19/4). Dia mengatakan, lansia dan pasien yang memiliki penyakit penyerta sangat rentan dan berisiko lebih besar.
“Makanya kita harus melindungi para lansia dan penderita penyakit kronis lebih ekstra. Mereka ini sangat rentan baik dari sisi imunitas, maupun risiko komorbidnya dibandingkan yang masih muda dan tanpa komorbid,” jelasnya.

Ditambahkan, keempat PDP meninggal dunia terdiri dari seorang perempuan berusia 62 tahun warga Koya Yogyakarta, seorang laki-laki berusia 63 tahun warga Sleman, seorang laki-laki berusia 64 tahun warga Kota Yogyakarta, dan seorang perempuan berusia 65 tahun warga Gunungkidul.
“Ada riwayat stroke, hipertensi, penyakit paru kronis, dan yang satunya tidak ada laporan riwayat,” jelas Berty.
Dilaporkan pada kemarin, tidak ada penambahan pasien positif Covid-19 di Yogyakarta, sehingga akumulasi hingga Minggu (19/4) tercatat 67 kasus positif, 27 di antaranya dilaporkan sembuh dan 7 lainnya meninggal dunia.
Adapun total Orang Dalam Pengawasan (ODP) sebanyak 3.692 orang, jumlah PDP sebanyak 648, masih dalam perawatan sebanyak 125 orang.
Hasil laboratorium negatif sebanyak 349 orang, dan proses laboratorium sebanyak 232 orang, 14 di antaranya meninggal.

Sementara itu pasien sembuh dari COVID-19 di Yogya pada Sabtu (18/4) bertambah dua orang sehingga total pasien yang sembuh dari infeksi virus corona jenis baru menjadi 27 orang.
“Laporan kesembuhan kasus positif COVID-19 ada dua kasus,” kata Berty Murtiningsih. Berty mengatakan dua pasien yang dinyatakan sembuh dari corona adalah pasien kasus 33 berjenis kelamin laki-laki berusia 45 tahun (warga Bantul) dan pasien kasus 53 berjenis kelamin perempuan berusia 41 tahun (warga Sleman).
Sementara itu, dua dokter dari fasilitas layanan kesehatan di Kota Yogyakarta dinyatakan positif terinfeksi Covid-19. Kedua dokter tersebut kini tengah menjalani isolasi.

“Ada dua dokter positif dari dua layanan kesehatan. Untuk perawat tidak ada,” kata Ketua Harian Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, Minggu (19/4).
Dia menyebut dua dokter yang positif itu lalu menjalani isolasi. Satu dokter sudah menjalani isolasi hampir dua minggu di rumah sakit. Sedangkan satu dokter lainnya menjalani isolasi di rumah secara mandiri dan didukung dari rumah sakit, sekitar 4 hari ini. Isolasi mandiri itu atas permintaan sendiri dari dokter tersebut.
“Secara umum kondisinya baik. Awalnya setelah ada gejala muncul karena menangani pasien, lalu langsung diperiksa dengan SWAB,” ujarnya.

Dia menjelaskan, satu dokter positif yang sudah hampir dua minggu isolasi diduga terpapar karena suaminya bekerja di Jakara dan pulang ke Yogyakarta. Tapi suaminya sudah diperiksa belum positif dan menunggu hasilnya. Sedangkan satu dokter lainnya yang positif karena terpapar dari pasien. “Keluarganya sudah kita tracing dan menunggu hasilnya,” imbuh Heroe yang juga Wakil Walikota Yogyakarta itu. (C-4/Tri)

Read previous post:
Gunungkidul Mendapat Alokasi 17 Ribu Program Kartu Pra Kerja

WONOSARI (MERAPI) - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Gunungkidul mendapat alokasi 17 ribu program Kartu Pra Kerja dari pemerintah

Close