PT PSS Bahas Kemungkinan Liga Disetop

SLEMAN (HARIAN MERAPI) – Rapat Umum Pemegang Saham (RPUS) PT Putra Sleman Sembada (PSS) yang berlangsung tiga hari lalu tidak hanya membahas peralihan saham mayoritas ke PT Palladium Pratama Cemerlang. Rapat yang dihadiri direksi PT PSS dan Palladium itu juga membahas kemungkinan disetopnya Liga 1 apabila pandemi Covid-19 belum mereda akhir Mei nanti. Perbincangan itu dibeberkan Direktur PT PSS, Hempri Suyatna Jumat (17/4).

 

Hempri mengatakan dari komunikasi yang dilakukan pemegang saham dan direksi, PT akan mengikuti kebijakan PSSI ke depannya karena otoritas tertinggi sepakbola itu paling mengerti situasi saat ini. “Setelah kami berkomunikasi, kami siap mengikuti apa saja keputusan PSSI. Kami akan menjalankan kebijakan yang ada,” terang Hempri.

 

Saat ini PSSI memang belum memutuskan apakah liga akan disetop atau tidak karena penyebaran Covid-19 membesar hari ke hari. Ada usulan untuk membuat turnamen pengganti liga apabila Liga 1 tidak dapat berlanjut. Pihak PT PSS sendiri akan menunggu kebijakan PSSI terkait hal ini. “Soal itu (turnamen) ya kembali lagi apapun kebijakannya akan kami jalankan,” sambungnya.

 

Adapun RPUS turut dihadiri Direktur Utama PT PSS, Marco Paulo Garcia dan tim legal PT Palladium Pratama Cemerlang hadir secara virtual. RPUS mengesahkan peralihan saham mayoritas PSS dari pemilik saham lama, Soekeno ke PT Palladium Pratama Cemerlang. Selain tu, penjualan saham lain, seperti saham milik Bambang Sukmonohadi dan Teguh Wahono juga disahkan. “Cuma sebentar pengesahannya karena kami lebih banyak bicara sepakbola saja,” beber Hampri.

 

Rencananya bila penyebaran Covid-19 mereda pertengahan Ramadan, tim akan dikumpulkan usai Lebaran untuk kembali menggelar latihan. Namun rencana ini akan dimatangkan lagi dengan tim pelatih dan pemain sembari melihat situasi. Apalagi pelatih kepala Dejan Antonic kini berada di Hongkong.

 

Kebijakan itu juga harus melihat situasi di wilayah eks persemakmuran Inggris itu. Dejan sendiri menyarankan manajemen dan PT tidak terburu-buru untuk mengumpulkan tim. “Karena kesehatan dan kemanan lebih utama. Andai benar-benar dinyatakan aman sebaiknya baru berkumpul,” kata pelatih asal Serbia itu. (Des)

Read previous post:
MINIMARKET LANGGAR PROTOKOL CORONA TERANCAM DITUTUP-Satpol PP Bantah Tebang Pilih Tertibkan Kerumunan Massa

Close