Dua Bayi PDP Corona di Yogya Meninggal Dunia

YOGYA (MERAPI)- Tiga orang pasien Dalam pengawasan (PDP) corona, masing-masing 2 orang bayi berusia 10 hari dan 1 tahun, semuanya warga Sleman serta seorang perempuan berusia 47 tahun warga Bantul dilaporkan meninggal dunia, Kamis (16/4). Sementara satu pasien dinyatakan positif, sehingga jumlah kasus positif covid-19 di DIY adalah 63 kasus.
“Pasien positif seorang laki-laki berusia 73 tahun warga Bantul. Sementara PDP bayi perempuan usia 10 hari meninggal tanggal 13 April dan seorang balita usia 1 tahun meninggal tanggal 15 April,” ujar Juru Bicara Pemda DIY untuk penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih kepada wartawan kemarin.

Dijelaskan Berty, bayi pertama yang meninggal ada penyakit bawaan, yakni meningitis dan tidak ada riwayat luar daerah. Kedua bayi itu belum ada hasil laboratorium apakah positif atau negatif corona.
“Ada gejala pneumoninya sehingga masuk PDP,” imbuhnya.
Sedangkan bayi kedua, kata dia, ada kontak dengan orangtua yang bekerja di Klaten, Jawa Tengah. “Ada gejala klinis, sehingga masuk PDP,” lanjutnya.
Dilaporkan hingga kemarin, ujar Berty, total Orang Dalam Pemantauan (ODP) corona di DIY sebanyak 3.654 orang, dengan total Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 600 orang, 144 orang di antaranya masih dalam perawatan.
Adapun hasil laboratorium mencatat pasien sembuh sebanyak 22 orang dan meninggal 6 orang. Pasien dinyatakan negatif sebanyak 253
orang dan masih dalam proses laboratorium sebanyak 284 orang, 16 di antaranya meninggal dunia.

Sedangkan Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Sleman mencatat penanganan kasus penyebaran virus corona jenis baru di wilayah setempat dalam sepekan menunjukkan grafik yang terus naik.
“Memang dalam sepekan terhitung mulai 9 hingga 15 April kasus COVID-19, baik itu orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP) terus menunjukkan grafik yang meningkat,” kata Kepala Bagian Humas Setda Kabupaten Sleman Shavitri Nurmala Dewi di Sleman, Kamis.
Menurut dia, hingga 15 April 2020 di Sleman tercatat ada 1.200 ODP dan selesai pemantauan dengan dinyatakan sehat sebanyak 184, sementara yang masih dalam pemantauan sebanyak 1.016 orang.

“Sedangkan untuk PDP tercatat sebanyak 198 orang, 34 orang terkonfirmasi positif, 12 orang sembuh, 17 orang PDP meninggal dunia, empat orang meninggal dunia positif, 31 negatif dan 100 orang proses pengawasan,” katanya.
Ia mengatakan, jumlah tersebut meningkat dibandingkan pada 9 April 2020 yang tercatat jumlah ODP sebanyak 990 orang, PDP 162 orang, terkonfirmasi positif 19 orang, sembuh satu orang. “Kemudian PDP meninggal dunia 10 orang, meninggal dunia terkonfirmasi positif empat orang dan negatif sebanyak 31 orang,” katanya.

Ia mengatakan, sebaran kasus COVID-19, baik ODP dan PDP di Kabupaten Sleman merata di 17 kecamatan yang ada dengan jumlah kasus tertinggi di Kecamatan Depok, Kecamatan Ngaglik dan Kecamatan Kalasan.(C-4).

Read previous post:
Kartun Jurukunci, Jumat (17/4/2020)

Close