PSSI DIY TUNGGU KEPASTIAN PIALA DUNIA U-20 – Renovasi Mandala Krida Dibatalkan

Stadion Mandala Krida. (HARIAN MERAPI-BENI WIDYASWORO)

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI DIY masih menunggu keputusan pusat terkait kepastian penunjukkan Stadion Mandala Krida Yogyakarta sebagai venue penyelenggaraan Piala Dunia U-20 pada 2021 mendatang. Meski pemerintah terkait dalam hal ini Pemda DIY mengalihkan pendanaan renovasi stadion untuk keperluan penanganan wabah covid-19 atau virus corona, PSSI DIY tetap akan melakukan koordinasi lebih lanjut.

 

Ketua Umum Asprov PSSI DIY, Syauqi Ahmad Soeratno mengatakan bahwa pihaknya cukup memaklumi apa yang dilakukan Pemda DIY terkait pengalihan anggaran renovasi Stadion Mandala Krida untuk penanganan covid-19.

 

“Kami sangat memahami itu. Penanganan covid ini kan butuh biaya besar. Saya rasa bukan hanya DIY saja, daerah lain tentu akan berpikir untuk penanganan ini di tengah persiapan menyambut Piala Dunia U-20 tahun depan. Jadi kalau dari federasi, baik FIFA maupun PSSI pusat telah memutuskan DIY ditunjuk, ya sudah kami terima dan langsung koordinasi dengan Pemda DIY,” katanya kepada Harian Merapi di Yogya, Kamis (16/4).

 

Disebutkan Syauqi, apa yang terjadi saat ini memang butuh perhatian. “Memang belum ada kepastian penunjukkan stadion untuk Piala Dunia U-20 ya. Kami tetap melihat perkembangannya, koordinasi itu pasti. Segala kemungkinan bisa terjadi, apakah nanti DIY akhirnya ditunjuk atau tidak, atau malah evennya dijadwal ulang. Itu memang yang memutuskan federasi dunia ya,” ujarnya.

 

Syauqi juga menyampaikan bahwa terdapat beberapa even internasional yang mengalami penundaan. “Misalnya seperti olimpiade atau beberapa kejuaraan internasional untuk tahun ini, kan itu ditunda tahun depan. Nah, bagaimana dengan even tahun depan, apakah tetap sama jadwalnya atau berubah. Kemungkinan-kemungkinan ini yang masih belum kami ketahui seperti apa keputusannya nanti,” imbuhnya.

 

Jika Stadion Mandala Krida bakal digunakan untuk Piala Dunia U-20, Syauqi tak hanya melakukan koordinasi dengan Pemda DIY. “Kan informasinya dari PSSI pusat ya, kami akan cermati dulu keputusannya. Bisa jadi penunjukkan juga disertai dengan anggaran dari pusat, jadi Pemda DIY kan tidak terlalu berat untuk menanggung renovasi stadion. Belum lagi nanti cari stadion pendamping untuk latihan. Saya rasa daerah lain juga merasakan hal ini. Tetap yang utama saat ini memang keselamatan masyarakat dulu, bagaimana menangani covid,” terang Syauqi.

 

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY, Bambang Wisnu Handoyo mengungkapkan bahwa anggaran untuk renovasi Stadion Mandala Krida dialihkan untuk penanganan covid-19.

 

“Alokasi anggaran dihentikan. Kan belum ada keputusan jadi tidaknya Piala Dunia U-20,” ungkapnya di Kantor Kepatihan, Yogya, Rabu (15/4) lalu.

 

Disampaikan Bambang, apabila kucuran Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk olahraga saja dihentikan, maka perbaikan dua stadion pendamping untuk pelatihan yang diberikan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahanan Rakyat (PUPR) juga dihentikan. Untuk itu, otomatis biaya perbaikan Stadion Mandala Krida yang telah dianggarkan sebesar Rp 60 miliar lebih baik diredesain.

 

“Jika DAK semua dihentikan oleh Pemerintah pusat, lalu perbaikan Stadion Mandala Krida tetap lanjut? Apakah pusat tetap mau membiayai perbaikan stadion pendamping untuk latihan? Tidak bakal bisa dibuat, jadi buat apa melakukan pembenahan Stadion Mandala Krida,” bebernya.

 

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset (BPKA) DIY ini menyampaikan pihak PSSI pun tengah melakukan konfirmasi perihal kepastian penyelenggaran gelaran Piala Dunia FIFA U-20 tahun depan. Sebab pandemi virus korona ini belum diketahui akan berakhir sampai kapan waktunya.

 

“Pak Gubernur belum memberikan pernyataan perihal ini. Banyak anggaran fisik yang belum lelang dan belum kontrak saya potong semua untuk masuk redesain anggaran penanganan Covid-19, seperti perbaikan Stadion Mandala Krida, pembangunan gedung VIP di Bandara Internasional Yogyakarta (BIY) dan pembangunan jembatan di Piyungan tahun ini,” papar Bambang Wisnu. (Oro)

Read previous post:
ilustrasi
Kabur Usai Rampas HP, Penjambret Kecelakaan

Close