Bank BPD DIY Bima Perkasa Tak Potong Gaji Pemain

SLEMAN (HARIAN MERAPI) – Efek domino massifnya penyebaran Covid-19 di Indonesia mulai dirasakan banyak pihak. Wabah yang menyebar mulai Maret 2020 itu memukul perekonomian sehingga menyeret aktivitas olahraga di Indonesia.

 

Indonesian Basketball League (IBL) merasakan benar dampak ini. Penyelenggara kompetisi bola basket tertinggi tanah air itu menunda kelanjutan liga hingga September, atau ke batas waktu di mana situasi sudah benar-benar aman lalu menyarankan tiap klub melakukan penyesuaian gaji terhadap para pemain yang masih terikat kontrak dengan klub sampai batas waktu itu.

 

“Bila terdapat kondisi klub yang sangat mendesak dan harus menempuh pilihan penyesuaian gaji, kebijakan ini diserahkan kepada masing masing klub. Penyesuaian ditentukan berdasar nilai pemain yang ada. Gaji pemain pemotongan juga tidak boleh kurang dari upah dan standar minimal klub berada,” papar Direktur Utama IBL Junas Miradiarsyah usai rapat virtual bersama manajemen klub peserta IBL.

 

Junas menambahkan para pemain wajib diberikan haknya secara penuh di bulan Maret lantaran IBL masih menggelar pertandingan. Bank BPD DIY Bima Perkasa langsung menggelar rapat internal lalu merespon kebijakan IBL itu. Selama pandemi manajemen memutuskan tidak ada pemotongan gaji terhadap pemain. Manajemen tidak ingin perekonomian para pemain terganggu selama turut menekan penyebaran Covid-19 dengan beraktivitas di rumah.

 

Namun manajemen meniadakan tunjangan seperti Tunjangan Hari Raya (THR) yang tiap tahun selalu diberikan. Kebijakan ini juga sudah disampaikan ke para pemain sejak Senin (13/4) lalu.

 

“Sampai saat ini belum ada rencana pemotongan namun karena pendapatan menurun cukup signifikan maka kami buat kebijakan tidak ada THR dan tunjangan. Kami berharap dengan tidak ada pemotongan ini aktivitas perekonomian pemain dan staf tidak terganggu lalu bisa di rumah saja, jaga kebugaran, hidup sehat, dan sederhana,” papar Owner Bank BPD DIY Bima Perkasa, dr Edy Wibowo, Rabu (15/4).

 

Manajer Bank BPD DIY Bima Perkasa, Dyah Ayu Pratiwi menyambung dr Edy Wibowo. Ia membeberkan manajemen telah memikirkan kebijakan ini dengan banyak pertimbangan, salah satunya kemanusiaan lalu dieksekusi dengan matang. “Kebijakan saat ini kami ambil dengan harapan pandemi bisa segera berakhir dan tentunya evaluasi ini akan kami jalankan terus melihat perkembangan,” tambahnya.

 

Selain bijak memutuskan persoalan gaji pemain, manajemen juga akan terus memantau perkembangan pandemi terlebih dulu sebelum kembali bersiap menghadapi kelanjutan kompetisi pada September mendatang. Pasalnya kompetisi rencananya akan berlanjut dengan format sama, yakni dengan tiga pemain asing dan penonton.

“Maka akan sangat bergantung pada kondisi baik di dalam negeri maupun negara asal pemain asing. Kami akan terus memantau situasi terlebih dulu,” sambung manajer tim yang akrab disapa Tiwi itu.

 

IBL sendiri sebelumnya memutuskan bahwa apabila situasi sudah memungkinkan kompetisi akan dilanjutkan langsung ke babak playoff pada awal September dengan catatan situasi membaik di bulan Juni. Artinya IBL memberi waktu tiga bulan bagi tiap klub untuk mempersiapkan diri termasuk kembali mendatangkan pemain asing. Untuk pemain asing yang saat ini terdaftar berhalangan datang di bulan September, klub bersangkutan diperbolehkan mengganti pemain asing.

 

Jika situasi masih tidak memungkinkan sampai dengan waktu tersebut maka kompetisi kemungkinan IBL Pertamax 2020 tidak dapat dilanjutkan. (Des)

Read previous post:
THR Pejabat Pemda DIY Dialihkan untuk Jadup Warga Terdampak Corona

Close