Penuhi Rapid Test, Kejari Sukoharjo Sumbang Rp 15 Juta

Kepala Kejari Sukoharjo Tatang Agus Volleyantono saat menyerahkan bantuan ke DKK Sukoharjo. (Foto: Wahyu Imam Ibadi)
Kepala Kejari Sukoharjo Tatang Agus Volleyantono saat menyerahkan bantuan ke DKK Sukoharjo. (Foto: Wahyu Imam Ibadi)

SUKOHARJO (MERAPI) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Sukoharjo sumbang dana total Rp 15 juta untuk pembelian alat rapid test kepada Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo dan salah satu rumah sakit dengan nilai masing masing Rp 7,5 juta. Kebutuhan rapid test di Sukoharjo sangat tinggi untuk deteksi dini terhadap warga berkaitan dengan penyebaran virus corona. Keterbatasan alat yang dimiliki mengakibatkan rapid tes massal belum bisa digelar di Sukoharjo.

Kepala Kejari Sukoharjo Tatang Agus Volleyantono, Selasa (14/4) mengatakan, Kejari Sukoharjo ikut berpartisipasi dalam pencegahan penyebaran virus corona. Salah satu bentuknya yakni dengan memberikan dana bantuan total sebesar Rp 15 juta untuk pembelian alat rapid test. Bantuan diberikan kepada DKK Sukoharjo dan salah satu rumag sakit dengan nilai masing masing sebesar Rp 7,5 juta

Dana bantuan semuanya sudah diserahkan Kejari Sukoharjo kepada masing masing penerima. Diharapkan sumbangan tersebut bisa segera digunakan sesuai keperuntukannya membeli alat rapid test. Selanjutnya rapid test bisa dilaksanakan sebagai bentuk deteksi dini terhadap warga berkaitan dengan penyebaran virus corona.

“Terhadap masyarakat kurang mampu kita bantu. DKK Sukoharjo kami bantu dalam bentuk sumbangan dana pengadaan rapid test,” ujarnya.

Kejari melihat pentingnya rapid test segera dilaksanakan oleh petugas. Sebab karena penyebaran virus corona sekarang dilihat dari perkembanganya masih terjadi. Selain itu juga karena banyaknya pemudik masuk ke Sukoharjo untuk pulang kampung.

Beberapa pemudik bahkan datang dari perantauan daerah pandemi episentrum virus corona seperti Jakarta. Karena itu, Kajari mengatakan perlu langkah cepat melakukan deteksi dini dengan menggelar rapid test.

“Ini bentuk kepedulian Kejari Sukoharjo dalam menghadapi virus corona. Kami serahkan bantuan ke DKK Sukoharjo untuk segera mendistribusikan dana rapid test,” lanjutnya.

Kepala DKK Sukoharjo Yunia Wahdiyati mengatakan, rapid test sangat dibutuhkan sekarang dalam penanganan penyebaran virus corona. Rapid test dilaksanakan sebagai bentuk deteksi dini kondisi warga Sukoharjo. Hasil rapid test bisa segera diketahui meski nantinya status warga terjangkit tidak masih menunggu pemeriksaan laboratorium.

DKK Sukoharjo sendiri membutuhkan banyak sekali rapid test dalam pencegahan penyebaran virus corona. Kebutuhan ideal yakni sesuai jumlah penduduk di Sukoharjo. Namun kebutuhan tersebut tidak bisa dipenuhi karena berbagai kendala seperti biaya dan alat.

Rapid test sekarang diharapkan DKK Sukoharjo dari bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Bantuan rapid test sudah diterima DKK Sukoharjo dalam beberapa kali pemberian. Pertama sebanyak 40 unit, kedua 95 unit dan ketiga 460 unit. Bantuan pertama dan kedua sudah diterima dan digunakan DKK Sukoharjo.

Khusus untuk pemberian bantuan ketiga DKK Sukoharjo masih akan mengambil ke Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Nantinya penggunaan rapid test akan disasar para warga. Sebab bantuan rapid test sebelumnya digunakan untuk tenaga kesehatan terlebih dahulu.

“Kebutuhan rapid test sangat tinggi terlebih lagi dengan kondisi melihat perkembangan penyebaran virus corona. Jadi adanya bantuan sangat bermanfaat baik dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah maupun Kejari Sukoharjo,” ujarnya.

Dipasaran Yunia menjelaskan harga rapid test sekitar Rp 250 ribu per unit. Namun pembelian atau pengadaan rapid test sendiri harus dilakukan sesuai ukuran atau standar pemerintah. Sebab rapid test tersebut juga harus menghasilkan hasil akurat.

“Pemkab Sukoharjo sekarang sedang menyiapkan anggaran untuk rapid test. Saat ini memang belum bisa menggelar rapid test mandiri,” lanjutnya. (Mam)

Read previous post:
Lombok Cegah Penggumpalan Darah

KETIKA bisa membudidayakan dan menjaga kelestarian suatu tanaman yang bermanfaat bagi kesehatan diharapkan termasuk bagian dari bersahabat dengan alam. Apalagi

Close