SETO SOROTI KONDISI FISIK PEMAIN – PSIM Berharap Liga 2 Jalan Terus

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Adanya pandemi covid-19 atau virus corona yang melanda Indonesia, membuat kompetisi sepakbola saat ini terhenti untuk sementara. Banyak spekulasi yang bermunculan, apakah kompetisi ditiadakan atau tetap berjalan meski belum ditentukan waktunya.

 

Mengenai kondisi kompetisi musim ini, Manajer PSIM Yogya, David MP Hutauruk pun menyampaikan harapannya. Menurut David, pihaknya berharap agar kompetisi musim ini, khususnya untuk Liga 2, tetap berjalan hingga tuntas.

 

David menuturkan bahwa kompetisi masih sangat memungkinkan untuk dilanjutkan meski tidak dalam waktu dekat ini. “Kalau dalam waktu dekat ini mungkin belum bisa ya. Namun ada kesempatan untuk diputar di bulan Juli atau maksimal paling lambat dimulai bulan September. Kalau pun akhirnya berakhir di Januari, saya rasa itu bukan masalah,” tuturnya, kemarin.

 

Terkait adanya wacana untuk mengganti kompetisi dengan sistem turnamen, seperti yang pernah dilakukan pada 2016 lalu, David kurang menyetujuinya. Saat itu, PSSI dan operator kompetisi tak bisa menggelar kompetisi dan menggantinya dengan turnamen bertajuk Indonesia Soccer Championship (ISC) A maupun ISC B.

 

”Kalau mau mengganti dengan turnamen, saya rasa tak perlu terlalu memaksakan lah. Masih ada waktu untuk tetap melanjutkan kompetisi musim ini. Apalagi untuk Liga 2 kan tidak ada 8 besar, jadi masih cukup waktunya,” jelas David.

 

 

Disebutkan David, jika nantinya operator kompetisi maupun PSSI akhirnya memutuskan untuk mengganti kompetisi dengan turnamen, pihaknya tetap akan melakukan koordinasi dengan jajaran manajemen dan para sponsor.

 

”Ya itu tetap harus dikoordinasikan lebih lanjut. Kami perlu bicarakan lagi. Kan belum tahu formatnya kalau memang jadi turnamen. Tentu akan kurang bagus jika turnamen dengan sistem gugur, itu akan berpengaruh besar pada finansial, apalagi yang sudah melakukan persiapan dan kerjasama dengan sponsor,” ujarnya.

 

Meski demikian, David tetap akan menunggu keputusan dari PSSI terkait nasib kompetisi musim ini. “Ya apapun itu, kami tetap menunggu bagaimana nanti arahan dari federasi. Setidaknya kami tetap memberikan masukan demi hasil terbaik,” bebernya.

 

Sementara itu, Pelatih PSIM, Seto Nurdiyantoro mengatakan bahwa pihaknya masih belum mengetahui bagaimana nasib kompetisi musim ini untuk ke depan. Dengan memberikan waktu kepada para pemain berlatih mandiri di rumah masing-masing, Seto memperkirakan faktor fisik menjadi kendala utama.

 

”Kalau mau memulai latihan lagi, tentu fisik jadi perhatian. Fisik biasanya turun ya tapi tergantung masing-masing pemain menjaga kondisi. Ada yang bisa disiplin karena itu untuk kepentingan dan masa depan dirinya masing-masing,” kata juru taktik berlisensi AFC Pro tersebut.

 

Disinggung mengenai harapan untuk kompetisi musim ini, Seto tak berkomentar banyak. Hanya saja, mantan pelatih PSS Sleman ini memberikan perhatian pada kesehatan dan keselamatan bagi masyarakat luas. “Kurang tahu ya nanti seperti apa kompetisinya. Ya harapannya semuanya sehat dan selamat,” imbuhnya. (Oro)

 

Read previous post:
Pandemi Covid-19, Kementan Bersama Jasindo Percepat Pembayaran Klaim Asuransi Pertanian

Close