Yogya Ramai Lagi, Satpol PP Turun Tangan Tertibkan Warga

UMBULHARJO (MERAPI)-Jalanan dan situasi Kota Yogya cenderung kembali ramai usai masa karantina 14 hari sejak pandemi virus corona muncul. Beberapa warung buka lagi, masyarakat juga sudah banyak yang keluar rumah untuk berolahraga hingga jalan-jalan. Padahal, belum ada tanda-tanda pandemi corona berakhir, bahkan jumlah pasien positif terus bertambah.
Dalam data yang dirilis Selasa (14/4), terdapat tambahan jumlah pasien positif corona berjumlah 6 orang di Yogya. Sehingga tercatat 61 pasien dinyatakan positif dan 6 orang meninggal. Sementara itu Orang Dalam Pemantauan (ODP) mengalami kenaikan tajam, tercatat sebanyak 3.449 orang sedangkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 547 orang, mengalami peningkatan sebanyak 166 orang.

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Yogyakarta mengklaim sudah menggencarkan patroli penerapan jaga jarak fisik atau physical distancing untuk mencegah persebaran Covid-19. Warga yang berkerumun diimbau untuk membubarkan diri dan tempat-tempat makan diminta menerapkan aturan jaga jarak fisik.
“Hasil patroli, sekarang sudah berkurang kerumunan warga di tempat-tempat publik. Sebelumnya dari patroli awal kami masih temukan kerumunan orang di tempat-tempat makan dan hiburan seperti game online,” kata Kepala Satpol PP Kota Yogyakarta, Agus Winarto kepada wartawan, Selasa (14/4).
Dia menyampaikan, temuan kerumunan massa di antaranya tempat hiburan game online, tempat makan dan pertemuan komunitas di kawasan Titik Nol Kilometer. Kerumunan massa itu diimbau untuk membubarkan diri dan pulang ke rumah masing-masing.
“Kami sifatnya imbauan dan persuasif untuk menjaga jarak fisik dan sebaiknya pulang ke rumah untuk mencegah potensi sebaran Covid-19,” ujarnya.

Sedangkan bagi tempat-tempat makan diminta menerapkan protokol Covid-19 di antaranya penyediaan tempat cuci tangan dengan sabun dan menerapkan jaga jarak fisik. Masyarakat juga diimbau agar membeli makan dengan dibungkus.
“Tempat makan anjurannya maksimal diisi separuh dari kapasitas agar ada jarak fisik. Misalnya warung angkringan itu memang sulit karena cukup berdekatan, jadi kursi panjang cukup diisi dua orang, sisanya bisa gelar tikar. Kalau masih ngeyel tidak menutup kemungkinan kursi akan kami angkut,” jelasnya.
Menurutnya, ketegasan jika ngeyel itu demi kepentingan bersama untuk mencegah persebaran virus corona. Bukan berati melarang pedagang untuk berjualan. Pihaknya juga meminta toko jejaring menghilangkan kursi-kursi yang diletakan di depan toko agar tidak dipakai untuk tempat nongkrong. Termasuk pembatasan operasional toko modern berjejaring juga tengah dikaji.

“Kami juga sudah rapat dengan sekda dan melakukan evaluasi selama dua hari ini akan seperti ini. Operasional toko jejaring apakah perlu ada pembatasan atau tidak. Yang penting orangnya dibatasi. Kalau operasional toko dibatasi ternyata belanjanya pada berkerumun sama saja,” terang Agus.
Sementara untuk tempat-tempat hiburan seperti kafe, karaoke dan panti pijat, dia mengklaim pengelola sudah menutup sendiri sejak Covid-19 mewabah. Dicontohkan kafe-kafe di kawasan Prawirotaman sudah tutup. Meskipun kerumunan kini sudah berkurang, tapi pihaknya menegaskan patroil jaga jarak fisik terus digencarkan. 4 kali dalam 24 jam dengan mengerahkan semua personel Satpol PP.

“Satpol PP yang ditugaskan di kecamatan saya perintahkan untuk membantu wilayah kecamatan terkait edukasi dan kontrol pendatang. Satpol PP di Kecamatan Umbulharjo kami minta untuk membantu camat kontrol di terminal dan Satpol PP Gedongtengen membantu camat pemantauan di Stasiun Tugu dan Lempuyangan,” tandasnya.
Di Gunungkidul, jumlah pasien positif Covid-19 bertambah satu orang sehingga totalnya ada 3 orang. Dari jumlah tersebut, 2 orang yakni laki-laki usia 57 warga Ponjong dan seorang pemuda berusia 18 tahun warga kecamatan Playen dinyatakan sembuh. “Jumlah pasien Covid-19 kini bertambah satu orang,” kata Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul dr Dewi Irawaty M Kes Selasa (14/4) kemarin.

Satu korban positif tersebut yakni seorang warga dari Kecamatan Wonosari. Sedangkan untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang meninggal juga bertambah 1 orang hingga jumlah kumulatif PDP meninggal ada 9 orang. Dari jumlah tersebut diketahui hasil tes laboratorium, 2 dinyatakan negatif dan 7 PDP meninggal lainnya masih menunggu hasil labnya. “Pasien positif ini sudah dalam perawatan dan keluarganya sudah diisolasi,” imbuhnya.
(Tri/C-4/Pur)

Read previous post:
PERINGATI HUT KE-104: Pemkab Sleman Bagikan 150 Paket Sembako

GODEAN (MERAPI) - Di tengah merebaknya virus Corona, Pemerintah Kabupaten Sleman memberikan sembako gratis bagi masyarakat. Pembagian sembako dilakukan dalam

Close