9 Kali Masuk Penjara Tak Bikin Residivis Ini Jera

NGEMPLAK (MERAPI)- Meski sudah berulangkali masuk penjara, tidak membuat jera YC (39), residivis warga Jetisharjo, Cokrodiningratan, Yogya. Mantan perampok yang sudah 9 kali masuk penjara ini kembali berurusan dengan polisi usai kepergok mencuri burung ocehan milik Burhan Fajar Prihanto (41) warga Dusun Lodadi, Umbulmartani, Ngemplak, Sleman akhir pekan lalu.
Kapolsek Ngemplak Kompol Wiwik Hari Tulasmi melalui Kanit Reskrim Ipda Sagimen kepada wartawan, Selasa (14/4) mengatakan, penyidik masih melakukan pemeriksaan apakah masih ada lokasi pencurian lain selain di wilayah Ngemplak.
“Pelaku sudah kita amankan, saat ini masih menjalani pemeriksaan. Pelaku ditangkap tidak jauh dari lokasi pencurian,” ujar Ipda Sagimen.
Diungkapan Ipda Sagimen, pencurian itu bermula saat korban memberi makan burung ocehanya pada Jumat (10/4) sekitar pukul 17.00 WIB. Selanjutnya burung digantang di teras rumah, sebelum ditinggal untuk ronda malam.

Setelah pulang dari ronda, korban masih melihat sangkar burung tergantung. Tidak lama kemudian, korban mendengar suara pintu gerbang terbuka. Curiga dengan hal itu, korban lantas melakukan pengecekan.
Saat keluar rumah, dia terkejut karena burung ocehan miliknya yang tergantang di teras rumah sudah tidak ada. Namun tidak jauh dari rumahnya, korban melihat orang tidak dikenal berjalan membawa sangkar burung murai miliknya.
“Melihat kejadian itu, korban berusaha meminta kembali burung miliknya namun tidak dikasih oleh pelaku,” katanya.
Sontak korban berteriak sehingga warga sekitar langsung keluar rumah untuk mengamankan pelaku. Warga yang emosi lantas menghajar pelaku, sebelum anggota polisi yang tengah patroli mengamankan tersangka.

Selanjutnya pelaku dan barang bukti berupa burung murai beserta sangkarnya serta sepedamotor Yamaha Mio AB 4132 LA milik pelaku diamankan ke Polsek Ngemplak.
Kepada polisi, pelaku mengaku sudah berulangkali keluar masuk penjara atas kasus kejahatan yang dilakukan. Setidaknya pelaku sudah 9 kali dipenjara atas kasus pencurian, perampasan, penganiayaan dan penyalahguna narkotika.
“Pelaku terakhir keluar penjara tahun 2016 karena kasus pencurian. Pelaku ini keseharianya tidak mempunyai pekerjaan, ia mencuri karena alasan ekonomi,” pungkasnya.
Atas perbuatannya ini, pelaku dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun kurungan penjara.(Shn)

Read previous post:
Jadup Sebaiknya Dibeli dari Petani dan UMKM

Close