Nongkrong di Tempat Gelap, Remaja Kesurupan

BANTUL (MERAPI)- Tim Gugus Tugas Covid-19 Bantul menggelar razia membubarkan sejumlah kerumunan massa untuk mencegah penyebaran virus corona, Sabtu (11/4) malam. Hasilnya, petugas mendapati sejumlah kerumunan, mulai dari pesta miras hingga remaja nongkrong.
Bahkan, petugas mendapati seorang remaja putri yang tiba-tiba kesurupan saat nongrong di lokasi gelap dan sepi. Razia diawali dengan membubarkan pesta miras di Lapangan Paseban Bantul. Seorang Warga Gamping, Sleman ditangkap bersama dua rekannya warga Prambanan dan Karawang saat menenggak miras oplosan.

Lurah Desa Bantul, Supriyadi yang memimpin langsung patroli tersebut mengungkapkan bahwa ketiga orang tersebut sudah diamankan oleh Satnarkoba Polres Bantul. Patroli yang dilakukan bersama Babinkamtibmas Polsek Bantul dan Bhabinsa tersebut menyasar lokasi yang biasa digunakan untuk nongkrong warga. Petugas melihat ada tiga orang yang berada di Lapangan Paseban, depan Kantor Dinas Bupati Bantul. Awalnya petugas hanya ingin memberikan edukasi dan meminta untuk segera membubarkan diri. Namun saat mendekati ketiganya, petugas justru mencium bau minuman keras. “Kami curiga, ada botol kosong dan akhirnya kami temukan botol air mineral yang berisi minuman keras oplosan,” ungkapnya, Minggu (12/4).

Mendapati temuan itu petugas kemudian menggeledah sebuah tas yang dibawa salah satu orang tersebut. Di dalam tas itu petugas menemukan senjata tajam jenis pisau cutter, dan beberapa plastik wrap yang biasa digunakan bungkus obat. Selain itu, di dalam tas itu juga terdapat bungkus atau kemasan obat-obatan gologan G. Supriyadi mengatakan petugas hanya mendapati bungkusnya saja, beberapa jenis obat seperti alprazolam, pil koplo, dan pil sapi. Mendapati temuan ini pihaknya langsung menghubungi Satreskrim Narkoba Polres Bantul untuk mengamankan ketiganya. “Untuk proses lebih lanjut oleh Satnarkoba Polres,” sebutnya.

Supri mengatakan satu dari tiga orang yang asik pesta miras itu kedapatan membawa seorang anak perempuan yang masih berusia sekolah dasar. Beberapa petugas pun harus mendampingi meredam tangis anak tersebut saat melihat ayahnya diperiksa. Menurutnya sang anak sempat ketakutan lantaran petugas yang tiba-tiba datang dan memeriksa tiga orang termasuk ayahnya tersebut. “Kasihan juga, tapi kami sudah tenangkan, anak ini nurut, nangis katena takut,” ungkapnya.
Sebelumnya, petugas patroli mendapati seorang remaja perempuan yang duduk sendiri di pojok lapangan paseban. Saat didekati petugas, ternyata warga Trirenggo Bantul ini menangis. Kepada petugas, remaja ini mengatakan sedang terlibat masalah keluarga, sehingga memutuskan untuk menyendiri di pojok lapangan tersebut. “Kami akhirnya meminta anak ini untuk dijemput, dan akhirnya mau pulang setelah kami beri pengertian,” paparnya.

Patroli di lokasi lain, petugas juga mendapati empat remaja usia SMP yang nongkrong di dekat Lapangan Dwi Windu Bantul. Terdiri dari dua remaja perempuan dan dua remaja laki-laki warga Pajangan dan Pandak Bantul. Anehnya, saat didatangi salah satu remaja perempuan tiba-tiba menari. Entah apa sebabnya, remaja berkaos merah itu kesurupan. Petugas butuh beberapa saat untuk kembali menyadarkan remaja yang nongkrong di tempat yang minim penerangan tersebut. Namun setelah berhasil disembuhkan, petugas segera meminta keempatnya untuk pulang ke rumah masing-masing. “Saya sama petugas yang lain mencoba menyadarkan yang kesurupan itu, dia joget seperti jathilan,” terangnya.

Supriyadi mengatakan patroli itu dilakukan untuk menanggulangi penyebaran Covid-19 di wilayahnya. Dia membubarkan kerumuman orang yang nongkrong. Selama tanggap darurat, menurutnya jumlah warga yang nongkrong dan bergerombol menurun sampai 70 persen. Namun karena wilayahnya merupakan daerah perkotaan maka masih ada saja warga yang ngeyel, dan tetap berkerumun meskipun dengan kelompok yang kecil-kecil. “Kita juga lakukan penyemprotan rutin, dan mengirimkan surat melalui dukuh dan RT kepada pemudik agar mereka mau isolasi mandiri sebelum berinteraksi dengan masyarakat lain,” pungkasnya. (C1)

Read previous post:
Polisi Bagi-bagi Sembako Sambil Kampanye Anti Corona

Close