Ditegur Tak Pakai Masker, Penjaga Sekolah Pukul Perawat

SEMARANG (MERAPI)- BC (43), seorang petugas keamanan di salah satu SD di Semarang diciduk polisi, Minggu (12/4). Warga Kemijen, Semarang Timur ini diketahui memukul seorang perawat di Klinik Pratama Dwi Puspita Semarang yang mengingatkannya agar memakai masker. Pelaku emosi dengan teguran itu hingga mengamuk dan menganiaya korban.
“BC datang ingin berobat di klinik tapi tidak memakai masker. Namun, ketika diingatkan korban, bukanya menyadari, dia malah mengamuk dan memukul perawat itu,” ungkap Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna kepada wartawan, Minggu (12/4).
Dikatakan, awalnya pada Kamis (9/4) lalu, korban Hidayatul Munawaroh (30) melihat BC berobat di klinik tempat kerjanya di Klinik Pratama Dwi Puspita I, Kemijen.

BC datang tanpa memakai masker. Karena situasi pandemi corona makin gawat, korban berusaha mengingatkan pelaku. Namun bukannya menyadari teguran itu, pelaku justru emosi. Dia memukul kepala wanita perawat itu. Suasana di sekitar Klinik Pratama Dwi Puspita I, tempat kerja korban pun berubah menjadi ramai.
Sang perawat yang masih trauma merasa sakit, pusing bercampur malu dianiaya di depan umum tidak terima. Dia langsung lapor ke Polsek Semarang Timur. Laporan itu dilengkapi bukti visum di rumah sakit. “Setelah menerima laporan korban, kami langsung menindaklanjuti dengan mengumpulkan keterangan saksi, barang bukti dan menangkap pelaku,” jelas Kombes Iskandar. “Salah satu bukti petunjuk yakni CCTV yang merekam adegan penganiayaan,” tambahnya.

Atas ulahnya, BC dijerat pasal 351 KUHPidana dengan ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan penjara. Kombes Iskandar mengingatkan kepada masyarakat jika meninggalkan rumah, harus menggunakan masker. Ini merupakan salah satu langkah untuk memutus rantai penyebaran virus corona yang mematikan.
Sementara itu kepada polisi, pelaku mengaku menyesal dan meminta maaf atas perbuatannya itu. Ia mengatakan saat itu emosi karena bingung dengan kondisi anaknya yang sedang sakit. Rekaman aksi penganiayan pelaku sempat beredar di media sosial. Banyak pengguna media sosial yang merasa kesal dengan ulah pelaku dan berharap polisi bertindak tegas. (Sky)

Read previous post:
Positif Corona di Yogya Terus Bertambah

Close