BANTUAN DARI PUSAT KURANG-Pemkot Yogya Beli Alat Rapid Tes Corona Sendiri

UMBULHARJO (MERAPI)- Jumlah rapid tes kit atau alat tes cepat untuk mendeteksi virus corona dari pemerintah pusat ke daerah dinilai tidak cukup. Terutama untuk memenuhi kebutuhan deteksi bagi orang berisiko tinggi terpapar virus corona seperti petugas medis, pasien dalam pengawasan (PDP) dan orang dalam pemantauan (ODP). Untuk itu Kota Yogyakarta bakal mengadakan rapid tes kit sendiri.
Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi menyebut jumlah rapid tes yang diterima Kota Yogyakarta saat ini ada 620 rapid tes kit. Jumlah itu dinilai kurang untuk memenuhi kebutuhan tenaga medis berisiko di RS Jogja, RS Pratama, 18 puskesmas, PDP dan ODP.
“Rapid tes harus dua kali. Jadi 620 rapid tes itu hanya untuk 310 orang. Tiap puskesmas ada enam medis, belum RS Jogja, RS Pratama, ODP dan PDP,” kata Heroe, Selasa (7/4).

Dengan kondisi tersebut maka Pemkot Yogyakarta akan mengadakan atau membeli sendiri rapid tes menggunakan APBD. Namun jumlah pasti rapid tes yang akan dibeli masih diperhitungkan. Pengadaan rapid tes mandiri itu juga untuk antisipasi jika ada orang yang bolak balik keluar kota.
“Kami upayakan membeli rapid tes mandiri pakai APBD. Belum kami hitung berapa. Tapi kami akan siapkan yang mencukupi untuk kebutuhan deteksi virus corona lebih cepat,” ujar Wakil Walikota Yogyakarta itu.
Terkait efektivitas rapid tes, dia menyampaikan dari teman-teman medis mengatakan rapid tes memiliki kemampuan mendeteksi sekitar 80 persen. Namun diakuinya selama ini dari hasil rapid tes ada yang positif setelah dites laboratorium jadi negatif maupun sebaliknya.

“Tapi ini adalah upaya untuk deteksi lebih cepat. Jadi kalau ketahuan positif bisa segera dikontrol. Rapid tes adalah indikasi awal. Hasil dari rapid tes biasanya terus direkomendasikan tes PCR untuk memastikan,” terang Heroe.
Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta mencatat per 7 April 2020 ada 2 positif Covid-19 dan 2 sembuh, 14 PDP, 27 PDP sembuh, 6 PDP meninggal dan 395 ODP. Sedangkan jumlah pendatang dan warga Yogya yang pulang dari luar kota mencapai 1.353 orang
Sementara itu Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Tri Mardaya mengatakan, dari 620 rapit tes kit yang diterima, sebagian sudah digunakan. Namun pihaknya belum merinci sisa jumlah rapid tes kit itu saat ini. “Sebagian sudah digunakan,” imbuhnya.

Sedangkan Direktur RS Jogja, Ariyudi Yunita menyatakan sudah melakukan rapid tes kepada tenaga kesehatan yang terindikasi terpapar virus corona. Dia menyebut ketersediaan rapid tes di RS Jogja sebanyak 40 rapid tes kit.(Tri)

Read previous post:
Polres Kulonprogo Bagikan Masker ke Pengendara

Close