8.207 Orang Pemudik Serbu Sukoharjo

SUKOHARJO (MERAPI) – Sebanyak 8.207 orang pemudik sudah pulang ke kampung halamannya tersebar di 12 kecamatan di Kabupaten Sukoharjo. Data tersebut terhitung masuk ke Gugus Tugas Pencegahan Penyebaran Virus Corona Pemkab Sukoharjo hingga 3 April lalu dan dimungkinkan masih bertambah. Petugas sudah melakukan pemeriksaan terhadap pemudik begitu masuk di wilayah Kabupaten Sukoharjo atau saat melintas di depan bekas terminal bus lama Kartasura.

Juru bicara Gugus Tugas Pencegahan Penyebaran Virus Corona Pemkab Sukoharjo Gani Suharto, Senin (6/4) mengatakan, angka pemudik yang pulang ke kampung halaman di Sukoharjo sangat besar. Para perantau tersebut bekerja di berbagai daerah di beberapa sektor pekerjaan.

Gugus Tugas Pencegahan Penyebaran Virus Corona Pemkab Sukoharjo mencatat hingga 3 April ada sebanyak 8.207 orang pemudik sudah pulang kampung di 12 kecamatan di Sukoharjo. Waktu kepulangan mereka bervariasi mulai Maret hingga 3 April. Jumlah pemudik diperkirakan akan terus bertambah banyak seiring gelombang kedatangan para perantau ke kampung halamannya hingga sekarang.

Data pemudik dari Gugus Tugas Pencegahan Penyebaran Virus Corona Pemkab Sukoharjo diketahui, Kecamatan Bulu 1.428 orang, Kecamatan Weru 1.411 orang, Kecamatan Tawangsari 1.059 orang, Kecamatan Nguter 801 orang, Kecamatan Bendosari 796 orang, Kecamatan Kartasura 737 orang, Kecamatan Sukoharjo 716 orang, Kecamatan Polokarto 418 orang, Kecamatan Mojolaban 245 orang, Kecamatan Gatak 244 orang, Kecamatan Grogol 217 orang, dan Kecamatan Baki 135 orang.

Para pemudik pulang ke kampung halamannya di Sukoharjo menggunakan berbagai sarana transportasi kendaraan bermotor. Mayoritas didominasi bus dengan daya tampung lebih banyak. Selain itu ada juga yang menggunaan kendaraan pribadi.

Petugas melakukan pengawasan ketat terhadap kedatangan pemudik menggunakan bus tersebut berupa pemeriksaan kondisi kesehatan di terminal bus lama Kartasura. Protokol kesehatan tetap diberlakukan sebagai antisipasi pencegahan penyebaran virus corona di Sukoharjo.

Pengetatan pengawasan juga dilakukan Gugus Tugas Pencegahan Penyebaran Virus Corona Pemkab Sukoharjo dengan melibatkan RT/RW. Masing masing pengurus RT/RW akan melakukan pendataan terhadap pemudik dan pendatang di wilayahnya. Data ini nanti akan diteruskan pihak RT/RW ke Gugus Tugas Pencegahan Penyebaran Virus Corona Pemkab Sukoharjo.

Usai didata para pemudik wajib menjalankan prosedur pencegahan penyebaran virus corona dengan melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing. Pemudik yang mengalami gejala sakit bisa memeriksaan diri ke Puskemas dan jika memang ada indikasi virus corona bisa dirujuk ke rumah sakit.

“Pengurus RT/RW dan masyarakat punya peran penting membantu pengawasan lingkungan khususnya terhadap kedatangan pemudik,” ujarnya.

Kedatangan pemudik tetap disiapkan Gugus Tugas Pencegahan Penyebaran Virus Corona Pemkab Sukoharjo meski sebelumnya sudah gencar dilakukan sosialisasi agar perantau tidak mudik lebih dahulu. Larangan diberlakukan sebagai bentuk menjalankan himbauan pemerintah pusat melakukan pencegahan penyebaran virus corona.

“Bentuk pencegahan penyebaran virus corona juga harus dilakukan warga masyarakat dengan menjaga kesehatan seperti mencuci tangan memakai sabun dan tetap berada di rumah serta membatasi aktivitas diluar,” lanjutnya. (Mam)

Read previous post:
CANDI GUNUNGSARI DI SALAM, MAGELANG (1) – Dibangun Pada Masa Kejayaan Mataram Kuna

Kabupaten Magelang memiliki banyak sekali peninggalan sejarah, yang masih menyimpan banya miteri. Salah satunya adalah Candi Gunungsari, dengan spesifikai batu

Close