Acungkan Pedang, Cah Klitih Tabrak Warga Sampai Patah Kaki


YOGYA (MERAPI)- Dua orang cah klitih, NY (18) dan AN (19) keduanya warga Wirobrajan, Yogya benar-benar kelewatan. Di saat warga tengah resah akan pandemi wabah corona, mereka justru beraksi di Jalan Jenderal Sudirman Yogya, Minggu (5/6). Keduanya mengancam warga menggunakan pedang kemudian menabrak pengendara motor hingga luka berat. Warga yang emosi berhasil meringkus keduanya dan memukuli mereka hingga babak belur.
Hingga Senin (6/4), kedua pelaku masih menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogya. Kapolresta Yogya Kombes Pol Armaini saat dikonfirmasi kemarin membenarkan kejadian tersebut. Dia mengatakan, saat ini kedua pelaku masih menjalani pemeriksaan di rumah sakit. “Pelaku belum bisa diperiksa karena masih dirawat di rumah sakit,” jelasnya.

Dikatakan, peristiwa itu bermula saat kedua pelaku melintas di Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya di depan Hotel Phoenix, Gondolayu Lor, Gowongan, Yogya. Saat itu, pelaku justru memprovokasi warga dengan mengacungkan senjata tajam sambil naik motor dengan ugal-ugalan.
Akibatnya, kedua pelaku pun hilang kendali. Mereka justru menabrak Istanto Nugroho (42) warga Jogoyudan, Yogyakarta yang tengah berada di tepi jalan. Sepeda motor yang dikendarai pelaku kemudian baru berhenti setelah menabrak pohon. Warga yang mengetahui kejadian ini kemudian emosi. Mereka langsung meringkus pelaku dan langsung menghakiminya beramai-ramai.

Akibat ditabrak pelaku, korban mengalami luka patah tulang di kaki kanan di bawah lutut dan opname di Rumah Sakit Bethesda. Sedangkan pelaku mengalami luka cukup serius akibat dimassa dan saat ini masih menjalani opname di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah.
“Memang betul ada peristiwa itu. Pelaku saat ini masih menjalani perawatan karena sempat dihajar massa akibat menabrak seorang warga,” ujar Kombes Pol Armaini.
Dia mengatakan, kedua pelaku awalnya mengendarai sepeda motor dari arah Tugu Yogya ke hotel Phoenix. Pelaku berencana akan melakukan tawuran dengan musuh gengnya.

Dalam perjalanan, seorang pelaku diduga memprovokasi warga dengan mengacung-acungkan senjata tajam yang dibawanya hingga akhirnya menabrak korban. Warga langsung menangkap dan menghajarnya. Beruntung pada saat kejadian, anggota kepolisian datang ke lokasi sehingga keduanya berhasil diamankan. Kombes Armaini mengatakan, untuk proses lebih lanjut, penanganan kasus ini ditangani oleh Polsek Jetis. “Untuk barang bukti sajam belum ditemukan. Sajam tersebut jatuh waktu dihajar warga,” pungkasnya.(Shn)

Read previous post:
UN Ditiadakan, Sejumlah SMP Tetap Gelar Ujian Sekolah Online

Close