Pandemi Corona, Kejahatan di Yogya Turun Drastis

SLEMAN (MERAPI)- Selama 10 hari masa tangap darurat virus corona, gangguan Kamtibmas di DIY mengalami penurunan hingga turun 60 persen. Hal itu disampiakan Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto.
“Alhamdulillah, gangguan kamtibmas yang terjadi di Yogya menurun. Penurunan itu kurun waktu 10 sampai 20 Maret dan 21 sampai 31 Maret 2020, mengalami penurunan,” kata Kombes Pol Yuliyanto, akhir pekan lalu.
Kombes Pol Yuliyanto merinci, untuk kasus kecelakaan lalu lintas sebanyak 98, angkanya turun menjadi 36 kejadian. Kendati demikian, dua waktu tersebut memakan korban hingga meninggal dunia dengan rincian masing-masing 4 orang.
Dari segi kerugikan material mengalami penurunan dari Rp 59 juta menjadi Rp 16 juta. Sedangkan jumlah pelanggaran tilang ada 163 perkara, setelah tanggal 21 sampai 31 Maret 2020 menjadi 14 perkara.

“Kami memang mengurangi penilangan. Kalau tidak benar fatalitas misalnya sampai mengakibatkan kecelakaan. Maka di luar itu untuk sementara tidak dilakukan penilangan,” ujarnya.
Selanjutnya, kasus penggelapan sebelum tanggap darurat ada 23 kasus dan setelah tanggap darurat hanya ada 7 kasus. Kemudian kasus pencurian dan pemberatan, dari 22 kasus dan setelah tanggap darurat ada 9 kasus.
Sedangkan kasus curanmor juga masih terjadi, sebelum masa tanggap darurat ada 11 kasus dan setelahnya ada 7 kasus. Sementara kasus perjudian, sebelum tanggap darurat ada 5 kasus, dan setelahnya ada 2 kasus.
Diungkapkan Kombes Yuliyanto, secara umum laporan polisi terkait kriminalitas yang masuk ke Polda DIY dan jajaran Polres Atau Polresta pada 10 sampai 20 Maret ada 231 kasus. Setelah itu turun menjadi 104 kasus.

“Adanya penurunan kejahatan atau laporan polisi yang masuk ke Polda DIY maupun Polres jajaran,” beber Kombes Yuliyanto. Menurut Kombes Yuliyanto kasus kriminalitas yang paling tinggi adalah tindak pidana narkotika. Pasalnya dalam kurun waktu 10-20 Maret ada 31 kasus, sedangkan pada tanggal 21-31 Maret setidaknya ada 12 kasus narkotika.
“Secara umum laporan yang masuk di jajaran Polda DIY saat tanggap darurat ini berkurang,” pungkasnya.
Dijelaskan, Polda DIY juga menggelar Operasi Aman Nusa Progo 2020. Dalam operasi ini, Polda DIY membubarkan 1.428 kali kegiatan masyarakat sebagai bagian dari pencegahan penularan pandemi Covid-19.
Menurut Kombes Pol Yuliyanto, operasi ini guna mendukung BPBD DIY selama oeprasi 14 hari. Polda DIY menurunkan Satgas pencegahan berasal dari unsur Binmas, Brimob, Polair dan Direktorat Samapta.

“Kegiatan ini memberikan imbauan bahaya Covid-19 ditambah sekaligus pembubaran, karena awalnya masyarakat masih belum banyak yang memahami bahayanya corona dan bagaimana mencegahnya,” ujar Kombes Yuliyanto.
Kombes Yuliyanto mengaku Operasi Aman Nusa Progo seperti penyemprotan cairan disinfektan sebanyak 341 kali di DIY. Termasuk memberikan imbauan sekaligus membubarkan kegiatan kumpul-kumpul masyarakat yang tak jelas.
“Dalam kegiatan ini dilakukan pula sosialisasi physical distancing kepada masyarakat,” tandasnya.

Diungkapkan Kombes Yuliyanto, pihaknya juga menyasar pabrik-pabrik yang ada di DIY. Pasalnya masih ada sejumlah pabrik yang memperkerjakan pegawainya tidak menggunakan protokol kesehatan pencegahan corona.
“Memang ada yang ditemukan di wilayah Bantul. Tapi sudah banyak pabrik menerapkan protokol kesehatan kepada pegawainya yang masuk kerja,” ucapnya.
Pihaknya memahami bahwa di tengah situasi seperti ini perekonomian harus tetap berjalan, tapi dia berharap protokol kesehatan tetap dilakukan. “Pabrik yang belum menerapkan protokol kesehatan kami imbau,” pungkasnya. (Shn)

Read previous post:
BPR Bank Pasar Kulonprogo Beri Relaksasi Debitur Ngangsur Pinjaman

Close