Pulang dari Jakarta, 2 Warga Sleman Positif Corona


DANUREJAN (MERAPI)- Pada Jumat (3/4) dilaporkan jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Covid-19 di Yogyakarta mencapai 2.552 orang dan Pasien Dalam Pemantauan (PDP) sebanyak 301 orang, 13 di antaranya meninggal dunia. Kemudian dilaporkan adanya dua tambahan pasien positif corona.
Dengan penambahan dua pasien positif Covid-19 itu, sehingga total pasien positif di Yogya sebanyak 31 orang, 3 orang dilaporkan sembuh dan 3 lainnya meninggal dunia.

“Kedua kasus mempunyai riwayat perjalanan ke Jakarta,” ujar Juru bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih kepada wartawan kemarin. Dijelaskan, kedua pasien positif Covid-19 itu berasal dari Kabupaten Sleman, laki-laki berusia 48 tahun dan wanita berusia 48 tahun.
Berty terus mengimbau dan mengingatkan masyarakat pentingnya menjaga jarak, menghindari kegiatan keluar rumah apabila tidak penting, dan sering mungkin mencuci tangan menggunakan sabun.
“Semua ini merupakan upaya kita agar dapat memutus mata rantai penularan corona,” imbuhnya.

Sementara itu, sebagai upaya antisipasi terjadi penolakan pemakaman pasien meninggal Covid-19, pemerintah Kabupaten Sleman dan Kabupaten Bantul berupaya siapkan lahan pemakaman khusus.
Hal ini diungkapkan Asisten Bidang Pemerintahan dan Administrasi Umum Pemda DIY, Sigit Sapto Rahardjo, Jumat (3/4) di Kompleks Kepatihan.
“Kita sudah ada, di kabupaten sudah menyiapkan. Bupati Sleman sudah menyiapkan beberapa hektar untuk sisi timur maupun barat di Prambanan. Bantul juga sudah menyiapkan untuk itu,” tandasnya.

Pada prinsipnya, Sigit mengatakan kesiapan pada dua Kabupaten tersebut. Meski untuk Kabupaten Kota lainnya masih dalam pembahasan dan segera melaporkan.
“Saya belum tahu kepastian Gunungkidul, Kulonprogo, maupun Kota Yogyakarta. Yang saya tahu Bantul dan Sleman langsung (bicara saat teleconference) ke PLT Sekjen,” jelasnya.(C-4).

Read previous post:
Deretan PKL kuliner Malioboro kompak memasang daftar harga. (MERAPI-TRI DARMIYATI)
Pelaku UMKM Menjerit, Dampak Virus Corona Lebih Berat Dibanding Gempa

Close