Edarkan Obat Daftar G, Buruh Diadili

ilustrasi
ilustrasi

 

BANTUL (MERAPI) -Seorang buruh, IR (35) warga Bantul Kota telah diajukan ke muka persidangan Pengadilan Negeri (PN) Bantul. Terdakwa sebelumnya didakwa telah mengedarkan obat keras atau daftar G tanpa izin pihak berwenang.

“Terdakwa telah menjalani sidang dakwaan. Untuk itu dalam persidangan berikutnya akan didengarkan keterangan saksi,” ujar jaksa Maria Goreti SH, Jumat (3/4).


Dalam persidangan, sebelumnya Alif (terpisah) ditangkap petugas kepolisian Polres Bantul di rumahnya Sewon Bantul. Saat dilakukan penggeledahan ditemukan 1 plastik kresek hitam yang di dalamnya terdapat 5 plastik klip bening berisi masing-masing 10 butir pil warna putih berlambang Y yang diakui miliknya.
Alif sendiri mengaku mendapatkan pil tersebut dari terdakwa IR dengan cara membeli. Kemudian pada Minggu 5 Januari 2020 sekira pukul 00.15 petugas menangkap terdakwa di rumahnya di daerah Bantul Kota.


Saat dilakukan penggeledahan tidak ditemukan berkaitan narkoba. Tetapi setelah dilakukan interogasi terdakwa mengakui menjual pil warna putih berlambang Y sebanyak 200 butir kepada Alif seharga Rp 400.000.


Selain itu terdakwa juga menyerahkan sebanyak 800 butir pil warna putih berlambang Y dan sejumlah 10 butir tablet Prixitas Alprazolam kepada Deddy (berkas terpisah) pada 28 Desember 2019 di rumah Deddy di Kasihan Bantul. Terdakwa mengakui pada saat mengedarkan sediaan farmasi tidak memiliki keahlian dalam bidang kefarmasian atau obat-obatan dan tidak memiliki izin dari Departemen Kesehatan RI.


Sehingga terdakwa tidak berwenang untuk mengedarkan obat jenis pil warna putih berlambang huruf Y karena termasuk obat dalam daftar G. Hal tersebut sesuai dengan hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik Cabang Semarang Nomor : 72/NOF/2020 tanggal 20 Januari 2020 mengandung Trihexypenidyl yang merupakan obat keras. (C-5)

Read previous post:
RESTRUKUTRISASI KONI YOGYA – Pekan Depan Susunan Pengurus Diajukan

Close