Cegah Corona, Santri Ponpes Dipulangkan

BANTUL (MERAPPI)-Puluhan santri dari Pondok Pesantren Assalafiyah, Mlangi, Sleman menjalani screening atau pemeriksaan di Masjid Agung Manunggal, Bantul, Rabu (1/4) siang. Para santri ini dipulangkan oleh pihak pondok pesantren menyusul penanggulangan penyebaran Covid-19. Screening dilakukan untuk memastikan santri yang terdiri dari santri putra dan santri putri ini dalam kondisi baik dan sehat.

Ketua Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Bantul, Nunut Rubiyanto menjelaskan jika LKNU diminta oleh pihak pondok pesantren untuk menerima para santri asal Kabupaten Bantul yang dipulangkan tersebut. Inisiasi ini dilakukan utuk mengantisipasi tidak terpantaunya santri jika dipulangkan sendiri-sendiri. Sehingga mereka dipulangkan secara serentak menggunakan armada bus. Seluruhnya yang diterima hari itu merupakan santri dengan jenjang pendidikan Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA). Total yang dipulangkan ke Bantul, disebutkan Nunut sebanyak 89 santri. “Seluruhnya langsung kami terima di masjid Agung Bantul, lalu 23 santri di antaranya langsung ke Sedayu karena jaraknya lebih dekat,” sebutnya.

Ketika bus tiba di Masjid Agung Bantul, para santri tidak diperkenankan langsung turun. Mereka tetap di dalam bus dan akan dipanggil satu persatu. Setelah turun mereka langsung diarahkan ke meja screening dengan sejumlah petugas dari Dinas Kesehatan dan PMI Bantul. Di meja itulah santri-santri ini akan diukur suhu tubuhnya, dan akan dipastikan tidak memiliki gejala covid-19 atau pun keluhan kesehatan yang lain. Kemudian setelah dinyatakan sehat orang tua yang sebelumnya menunggu di kendaraan masing-masing akan menjemput putra putrinya. “Kita lakukan prosedur ketat agar tidak berkerumun, namun tetap bisa kami lakukan screening kepada santri,” imbuhnya.
Nunut menambahkan, orangtua dan wali santri harus langsung meninggalkan lokasi jika semua proses screening selesai dilakukan. Terkait kapan mereka akan kemmbali ke pondok pesantren, Nunut mengaku tidak dapat memastikan. Hal tersebut tergantung dari kebijakan masing-masing pesantren. “Pengurus dan pengasuh pondok tentu akan melihat situasi terkini dan mempertimbangkan imbauan dari pemerintah,” tegasnya.(C-1)

Read previous post:
Nyadran Agung Ditiadakan

Close