Usir Kantuk Saat Kerja, Petugas Kebersihan ngoplo


WATES (MERAPI)-Seorang cleaning service kereta api warga Kriyanan Wates Kulonprogo, MO, dibekuk petugas Polres Kulonprogo lantaran kepergok mengonsumsi pil koplo. Kepada polisi, pelaku berdalih membawa psikotropika agar tidak mengantuk saat bekerja.
Penangkapan MO dilakukan di Dusun Kopat Kalurahan Karangsari Kapanewon Pengasih, akhir pekan lalu. Dari tangannya, polisi mengamankan barang bukti berupa enam kapsul psikotropika, bungkus rokok, celana pendek, motor dan plastik klip bening.
PlH Wakapolres Kulonprogo, Kompol Sudarmawan kepada wartawan, Rabu (1/4) mengatakan, penangkapan pelaku berawal dari penyelidikan anggotanya. Pelaku diketahui menggunakan psikotropika sehingga ditangkap di wilayah Dusun Kopat, sekitar pukul 23.00 WIB.
“Dia menyimpan psikotropika dalam bungkus rokok,” kata Kompol Sudarmawan.

Pemeriksaan kemudian berkembang ke rumah pelaku di Kriyanan Wates. Di sana, petugas mendapati adanya enam butir psikotropika di dalam plastik klip. Pelaku kemudian dibawa ke Polres Kulonprogo untuk proses hukum lebih lanjut.
Saat dimintai keterangan, MO mengelak telah menggunakan psikotropika. Obat tersebut, menurutnya belum sepat digunakan apalagi diedarkan.
“Kata teman, bisa untuk mengusir rasa kantuk saat bekerja. Tapi obat ini belum sempat saya gunakan atau saya edarkan. Saya dapat dari teman,” katanya.

Akibat perbuatannya, MO dijerat Pasal 62 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika dengan ancaman hukuman penjara maksimal lima tahun dan denda maksimal Rp 100 juta.

Di Sleman, aparat Satnarkoba Polres Sleman mengamankan seorang pengedar narkoba yang beroperasi di wilayah Yogyakarta. Kasat Reserse Narkoba Polres Sleman, AKP Andhyka Doni Hendrawan didampingi KBO Sat Narkoba Iptu Farid M Noor mengatakan, pelaku yakni MZ (21) warga Pelem Lor, Baturetno Bantul.
Dalam penangkapan itu petugas berhasil menyita barang bukti 22,2 gram sabu yang sudah dipecah-pecah menjadi paket kecil. Saat ini petugas masih melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap pelaku di Mapolres Sleman.
“Masih terus kita kembangkan. Karena dari pengakuannya pelaku mengaku baru sekali mengedarkan sabu,” beber AKP Andhyka, kemarin.
Kendati demikian, petugas tidak begitu saja mempercayai ucapan pelaku.
“Kalau dilihat dari barang bukti yang didapatkan, pelaku bukan pemain baru, tapi kita masih kembangkan siapa pemasoknya,” katanya. (Unt/Shn)

Read previous post:
Cegah Corona, Santri Ponpes Dipulangkan

Close