PEMKOT YOGYA SALURKAN BANTUAN-Warga Positif Corona Terima Rp 300 Ribu Perbulan


UMBULHARJO (MERAPI)-Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta memberikan bantuan bagi keluarga miskin yang terdampak Covid-19. Bagi Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dari keluarga miskin mendapatkan bantuan logistik permakanan. Sedangkan untuk warga Kota Yogya yang positif Covid-19 dari keluarga miskin diberikan dana bantuan hidup.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Yogyakarta Agus Sudrajat mengatakan bantuan sosial permakanan diberikan kepada PDP dari keluarga miskin yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) atau Keluarga Sasaran Jaminan Perlindungan Sosial (KSJPS). Bantuan permakanan itu diberikan per Kepala Keluarga miskin penduduk Kota Yogyakarta yang terdapat anggota keluarga berstatus PDP.

“Skala prioritas bantuan untuk PDP, karena kondisi keluarga bisa agak <I>karipan<P> (kurang). Bantuan permakanan diberikan setiap per tiga hari selama maksimal 15 hari. Setelah 15 hari akan dievaluasi,” kata Agus, Selasa (31/3).
Dia menyampaikan pengajuan bantuan permakanan itu melalui lurah atau camat setempat lalu ke ke Dinsos Kota Yogyakarta. Syaratnya dilampiri dengan surat keterangan dari rumah sakit. Setelah itu Dinsos Kota Yogyakarta akan mengklarifikasi ke Dinas Kesehatan untuk mengecek kebenaran data PDP itu.
“Jadi lurah atau camat yang mengajukan bantuan permakanan ke Dinsos. Setelah kami klarifikasi ke Dinas Kesehatan, baru bantuan permakanan kami distribusikan. Saat ini kami sudah mendistribusikan bantuan permakanan untuk keluarga dua PDP,” terangnya.

Dia menyebut mempersiapkan bantuan bagi kelurga PDP sebanyak 200 paket permakanan. Paket permakanan berupa mi instan, kornet, sosis, air mineral, bubur ayam instan. Bantuan permakanan tersebut menggunakan dana APBD Kota Yogyakarta.
Sedangkan bagi warga Kota Yogya yang positif Covid-19 mendapat bantuan hidup senilai Rp 300 ribu/bulan selama 6 bulan. Dia menyatakan sementara ini Pemkot Yogyakarta mengalokasikan bantuan hidup bagi warga positif Covid -19 untuk 5 sampai 8 orang. “Kami harap warga yang positif tidak banyak,” imbuh Agus.
Dia menambahkan untuk warga miskin berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) pemerintah provinsi baru mendesain bantuan sosialnya. Salah satu syarat pengajuan bantuan bagi PDP yakni dilampiri surat keterangan dari Puskesmas. Sedangkan bantuan dari pemerintah pusat masih dikoordinasikan dengan propinsi. Warga PDP yang berhak menerima bantuan itu adalah keluarga miskin yang masuk DTKS.

Sebelumnya Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi pada Jumat (27/3) mengatakan, dari data terakhir di Kota Yogyakarta ada 204 ODP dan 5 PDP dengan 2 kasus positif yang dirawat di RS Sarjito dan RS Panti Rapih. Warga berstatus ODP dan PDP, lanjutnya, memiliki riwayat perjalanan dari luar Kota Yogyakarta. (Tri)

Read previous post:
Berjemur 15 Menit Mulai Pukul 10.00 Mampu Tingkatkan Kekebalan Tubuh

Close