Pasien Corona Sembuh di Yogya Bertambah

YOGYA (MERAPI)- Terjadi penambahan pasien positif Covid-19 atau corona di Yogyakarta sebanyak 6 orang pada Selasa (31/3). Satu orang di antaranya meninggal dalam proses laboratorium, yakni perempuan berusia 80 tahun warga Sleman. Namun di sisi lain, pasien positif corona sembuh bertambah satu orang.
Sehingga hingga kemarin, total pasien positif corona di Yogya sebanyak 24 orang. “Semua kasus mempunyai riwayat perjalanan dari luar daerah,” ujar juru bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih, Selasa (31/3). Dikatakan, satu orang positif Covid-19 dinyatakan sembuh, sehingga total pasien positif sembuh hingga saat ini menjadi dua orang.
“Pasien kasus 5 sembuh, yakni perempuan 30 tahun asal Sleman,” jelasnya.
Dia mengatakan, total data pasien dalam pengawasan (PDP) di Yogyakarta sudah diperiksa atau diswab sebanyak 206 orang. Kemudian yang dirawat sebanyak 129 orang, hasil negatif sebanyak 52 orang, hasil positif sebanyak 24 dengan rincian sembuh 2 orang dan meninggal 3 orang. Sementara masih dalam proses laboratorium sebanyak 129 orang, 7 di antaranya meninggal dunia.

Adapun rincian 6 orang pasien tambahan yang dinyatakan positif Covid-19 yakni perempuan berusia 70 tahun dan usia 80 tahun (meninggal dalam proses laboratorium) keduanya berasal dari Sleman, laki-laki berusia 56 tahun dan 35 tahun berasal dari Sleman, seorang laki-laki berusia 37 tahun berasal dari Bantul, dan seorang laki-laki berusia 48 tahun berasal dari Kota Yogyakarta.
Dikatakan Berty, kasus positif Covid-19 terbanyak berasal dari Kabupaten Sleman. “Kasus positif terbanyak di Kabupaten Sleman,” ungkapnya.
Pihaknya mengimbau seluruh Kabupaten atau Kota di Yogyakarta terus meningkatkan kewaspadaan terutama pada pelacakan kasus, penyiapan sarana kesehatan, dan edukasi terhadap masyarakat.
Sementara itu salah satu pasien positif Covid-19 di Kulonprogo dilaporkan membaik. Pasien yang merupakan bayi berusia empat bulan tersebut, saat ini masih dirawat intesif di RSUD Wates.

Direktur Utama RSUD Wates, Lies Indriyati menyampaikan, pihaknya sedang menunggu hasil tes swab kedua dari bayi tersebut. Jika hasilnya negatif, pasien akan dinyatakan sembuh dan bisa pulang.
“Kondisinya sudah berangsur membaik. Hari ini rencana evaluasi rontgen,” katanya, Selasa (31/3).
Meski demikian, Lies mengaku belum tahu kapan hasil swab itu keluar. Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Yogyakarta yang ditunjuk untuk melakukan uji sampel darah pasien belum mengeluarkan hasil tes bayi tersebut.
“Antrean di BBTKLPP memang banyak. Ada 100 orang lebih yang belum diperiksa,” ucapnya.
Selain bayi empat bulan yang positif Corona, RSUD Wates saat ini juga sedang menangani empat PDP di ruang isolasi terpisah. Kondisi keempatnya membaik, namun masih menunggu hasil tes swab.

Berasar situs Kulonprogo Tanggap Corona (https://kulonprogokab.go.id/corona/), Senin (30/3), akumulasi PDP di Kulonprogo sejak temuan pertama sebanyak sembilan orang. Dari jumlah sekian itu, satu orang sembuh, satu positif dan tujuh dalam perawatan. Ketujuh PDP ini dirawat di rumah sakit berbeda. Lima orang termasuk satu bayi positif corona ditangani RSUD Wates, kemudian dua PDP lainnya masing-masing dirawat di RSUD Panembahan Senopati Bantul dan RS Panti Rapih Yogyakarta.
PLT Kepala Dinas Kesehatan Kulonprogo, Sri Budi Utami menyampaikan, dua PDP yang dirawat di luar Kulonprogo merupakan warga Kulonprogo. Untuk keperluan pendataan, tetap dimasukkan ke dalam website.
“Sedangkan jumlah akumulatif ODP di Kulonprogo sampai kemarin sebanyak 159 orang,” sebutnya.

Jumlah ODP di Kulonprogo, menurut Sri Budi, terus mengalami kenaikan karena masifnya pergerakan warga luar Kulonprogo yang pulang kampung di tengah wabah corona. Meski demikian, pihaknya meyakini penyebaran virus Corona bisa ditekan. (C-4/Unt)

Read previous post:
JNE Beri Diskon Ongkir 50 Persen Khusus Masker

Close