Banyak Dokter Cuti, Membuat Perawat Takut

Pakaian untuk pemeriksaan penyakit menular di kantor DKK Pati. (Foto: Alwi Alaydrus).
Pakaian untuk pemeriksaan penyakit menular di kantor DKK Pati. (Foto: Alwi Alaydrus).

PATI (MERAPI) – Kasus merebaknya virus corona mulai berdampak. PNS atau karyawan honorer asal Pati yang bekerja di lingkungan kantor Pemkab Jepara dan Kudus, diminta supaya tidak masuk kantor (work from home). Sementara itu, para perawat RSUD dikabarkan kebingungan karena banyak dokter yang mengambil cuti tidak masuk kerja.

Sekda Jepara, drs Edy Sujatmiko melalui SE nomer 443.2/1488 mematok tiga hal masalah merebaknya Covid19. Melarang PNS atau karyawan honorer asal Pati supaya tidak masuk kerja dulu. Dan, terhadap pegawai pemkab Jepara yang sepekan lalu berada di wilayah Pati, hendaknya segera cepat periksa kesehatan (rapid test) dan melakukan isolasi diri.

Peraturan yang sama juga dikeluarkan pemkab Kudus. Badan kepegawaian setempat juga mengedarkan, jika karyawan asal Pati untuk sementara jangan masuk kerja dulu.

Dampak berita adanya pasien PDP asal Pati yang meninggal dunia, juga berimbas ke lingkungan RSUD Soewondo. Sejumlah karyawan mengaku merasa takut.

Keterangan yang dihimpun, sejumlah perawat kebingungan. Karena ditengah suasana kegelisahan akibat menghadapi situasi merebaknya virus corona, justru mereka mendapati tidak sedikit dokter yang tidak masuk kerja. Seperti izin tidak masuk kerja karena cuti, atau izin lantaran sakit.

Selain itu, petugas juga merasa bingung. Karena RSUD Soewondo Pati belum mempunyai peralatan yang canggih untuk penanganan Covid 19. Dirut RSUD Soewondo Pati, dr Suworo Nurcahyo MM ketika dihubungi wartawan, Senin (30/3) tidak mau memberikan keterangan atau konfirmasinya. (Cuk)

Read previous post:
Siswa Belajar di Rumah Diperpanjang Dua Pekan

Close