KONI DIY TERUS PANTAU PUSLATDA – Persaingan PON Tetap Sengit di Tengah Pandemi

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX-2020 di Papua bulan Oktober mendatang hingga saat ini belum ada perubahan meski terdapat serangan wabah covid-19 atau virus corona. Dengan kondisi di tengah pandemi tersebut, KONI DIY masih memberikan kewajiban bagi para atlet yang dipersiapkan pada PON menjalani pemusatan latihan daerah (Puslatda) secara mandiri.

 

Salah satu pertimbangan agar para atlet DIY untuk terus melakukan latihan, yakni karena daerah-daerah lain juga dimungkinkan melakukan hal serupa.

 

“Meski terkendala adanya virus corona, saya rasa setiap daerah juga tetap menggelar pemusatan latihan. Namun mungkin mereka punya model masing-masing ya. Maka kalau soal persaingan, saya rasa ini masih ketat,” terang Ketua Umum KONI DIY, Djoko Pekik Irianto di Yogya, Senin (30/3).

 

Meski demikian, Djoko Pekik menilai jika prestasi para atlet yang akan bertarung pada PON kali ini bisa jadi tidak maksimal. “Kalau persiapannya saja terkendala wabah, tentu hasilnya kurang maksimal. Rekornya mungkin akan berbeda dengan yang sebelumnya. Namun kalau untuk persaingan, baik antar atlet maupun daerah, itu tetap masih ketat ya,” tuturnya.

 

Lebih lanjut, Djoko Pekik saat ini mulai memetakan beberapa atlet di cabang olahraga (cabor) tertentu untuk bisa meraih hasil lebih dari target yang dicanangkan. Misalnya seperti cabor panahan, biliar dan menembak, yang menjadi andalan DIY untuk meraih pundi-pundi medali emas.

 

“Meski berlatih di rumah, cabor-cabor yang masuk di level 1 kami harap mampu meraih hasil maksimal. Mudah-mudahan mereka bisa tambah medalinya. Mungkin seperti panahan yang awalnya 3 bisa jadi 4, kemudian biliar awalnya 1 jadi 2,” lanjutnya.

 

Tak hanya itu, KONI DIY juga terus mendorong para atlet yang saat ini masuk dalam program Puslatda, baik di level 1 maupun level 2, benar-benar bisa memaksimalkan latihan meski secara mandiri. “Untuk tempat latihannya mungkin memang terkendala ya. Namun kami berharap ini bisa diatasi dengan konsultasi melalui pelatih maupun tim satgas dari KONI DIY,” bebernya. (Oro)

Read previous post:
Botol Bekas Dijadikan Pagar

Close