Penimbun BBM Jual Premium Pakai Label Pertamax


PENGASIH (MERAPI)- Polres Kulonprogo berhasil mengungkap kasus penimbunan sekaligus dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi jenis Premium yang dilakukan DSY (30), warga Pedukuhan Klegen, Kalurahan Margosari, Kapanewon Pengasih, Kulonprogo. Dalam aksinya, pelaku membeli Premium berulang kali menggunakan mobil modifikasi, kemudian dijual dengan label Pertamax dan Pertalite.
PlH Wakapolres Kulonprogo, Kompol Sudarmawan menjabarkan, DSY kerap membeli Premium di SPBU wilayah Sentolo menggunakan mobil Daihatsu Xenia hitam. Setiap kali mengantre, ia membeli Premium Rp 100.000.
“Namun setelah dilayani, pelaku kembali mengantre hingga beberapa kali. Hal ini menimbulkan kecurigaan petugas,” kata Kompol Sudarmawan dalam press release di Mapolres Kulonprogo, Senin (30/3).

Setelah dilakukan penyidikan oleh petugas, terungkap bahwa DSY memodifikasi mobil AB 1824 RY miliknya dengan membuat tangki besi berkapasitas 200 liter. Menurut Kompol Sudarmawan, pelaku sudah beraksi sekitar dua bulan dan berhasil mendapatkan sekitar 3.000 liter Premium.
‎”Pelaku juga menjual BBM bersubsidi ini menggunakan mesin Pertamini dengan label Pertalite dan Pertamax. Dalam sehari, ia menjual sekitar 50 liter,” imbuh Kompol Sudarmawan.
Selama dua bulan beraksi, DSY berhasil mengantongi keuntungan sekitar Rp 6 juta. Polisi kemudian menyita sejumlah barang yang digunakan‎di antaranya mobil modifikasi, mesin pompa elektrik serta puluhan jerigen berisi Premium.

“Hingga kini, DSY masih berstatus sebagai saksi. Besar kemungkinan, ia akan dikenai Pasal 55 UU Nomor 2 Tahun 2001 tentang Penyalahgunaan Pengangkutan atau Niaga Bahan Bakar Minyak dengan hukuman maksimal 6 tahun penjara,” kata Kompol Sudarmawan.
Sementara itu, saat dimintai keterangan, DSY justru membantah telah menjual Premium sebagai Pertalite dan Pertamax. Menurutnya, selama ini ia menjual Pertalite asli, sementara Premium dijual dengan label Pertamax namun harganya Rp 8.500 per liter. DSY menjelaskan, konsumen membeli tidak berasarkan label, namun berdasarkan istilah yang digunakan, yakni kuning untuk Premium dan biru untuk Pertalite.

“Petugas jaga Pertamini juga sudah tahu,” ujarnya.
Terkait mobil modifikasi, DSY mengaku membeli pompa elektrik, kemudian dirakit sendiri dengan dilengkapi saklar. Jika saklar dihidupkan, pompa elektrik akan menyedot BBM dari tangki mobil ke tangki penampung.(Unt)

Read previous post:
MERAPI-TRI DARMIYATI Para siswa SMPN 15 Yogyakarta peserta UN sesi pertama harus molor mengerjakan ujian karena server pusat bermasalah sehingga tidak bisa diakses.
UN Ditiadakan, Kelulusan Siswa Diserahkan Sekolah

Close