Desa Siaga Tutup Jalan dan Pasar Puri Disterilkan

Warga mulai memasang palang pintu masuk desa. (Foto: Alwi Alaydrus)

PATI (MERAPI) – Dampak dari merebaknya virus Corona di Pati, menyebabkan sejumlah desa memalang jalan pintu masuk. Warga mengaku takut ada tamu dari luar daerah yang tercemari Covid19. Sementara itu, anggota Dulur Ganjar (DG) Pati, meminta RSUD Soewondo untuk melakukan pemeriksaan kesehatan. Mereka juga mendesak Dinas Kesehatan dan Dinas Kominfo agar dibantu pelurusan berita, mengenai dugaan adanya anggota DG yang terjangkiti Covid19.

Ketua Dulur Ganjar Pati, Budi Antoro mengaku sangat sedih karena diberitakan ikut terpapar virus corona. Diakuinyanya, DG ikut baksos pengobatan gratis bersama RS Mitra Bangsa dan anghota DPR RI, H Imam Suroso (alm), di Desa Tegalombo Kecamatan Dukuhseti.

“Namun itu, bukan berarti kami terus dikategorikan terpapar virus corona. Kami minta pak Bupati Pati, agar memerintahkan puskesmas atau RSUD melakukan pemeriksaan terhadap anggota DG” kata Budi Antoro.

Dari pantauan wartawan, pasca meninggalnya seorang tokoh di Pati, dengan status pasien PDP, menyebakan sebagian warga takut. Mereka mengkhawatirkan keselamatan jiwa keluarganya. Bahkan sebagian warga menyebut jika beberapa titik di kota Pati masuk kategori zona merah.

Keadaan kota Pati semakin sepi, menyusul penutupan sementara pasar Puri mulai Sabtu kemarin. Melalui surat nomer 443/896, bupati Pati memberikan alasan. Bahwa untuk menanggulangi berkembangnya virus corona, maka akan dilakukan sterilisasi pasar Puri hingga Selasa (31/3). Selain itu, juga ada pemberlakuan khusus di pasar Puri. Pembeli dan pedagang diwajibkan mengikuti protokol pencegahan berkembangnya virus corona. Yakni berjalan masuk melalui pintu khusus, dan harus cuci tangan.

Usaha keras yang dikerjakan bupati Pati H Haryanto dalam menanggulangi merebaknya virus Corona, sepertinya belum diimbangi kecekatan petugas yang membidangi. Seperti kecepatan pergerakan penyemprotan disintektan di pelosok pedesaan, jauh lebih gesit yang dilakukan relawan.

Sejumlah relawan melakukan penyemprotan disinfektan di terminal Sleko Pati, Kuniran Batangan, Dukuhseti serta desa Maitan Tambakromo. Dan yang paling banyak dilakukan relawan “Banteng Pekok”. Karena mereka bergerak di desa-desa wilayah kecamatan Juwana.

Ketua Komisi D DPRD Pati, H Wisnu W, SH meminta pihak DKK agar bekerja serius lagi. “Karena masalah covid19 mengancam jiwa warga” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan anggota DPRD propinsi Jateng, H Endro Dwi Cahyono. “Satgas penanganan virus Corona Pati hendaknya bergerak lebih cepat” katanya.

Sementara itu, sejumlah desa, seperti di kecamatan Sukolilo, Kayen dan bahkan di Kauman Pati kota, mulai memasang palang di jalan pintu masuk. Menurut warga, langkah siaga tersebut diambil, guna melindungi penduduk dari kemungkinan tertular virus yang menempel tamu luar daerah.

Bupati Pati, H Haryanto menegaskan akan menangani wabah virus Corona secara serius. Semua dinas digerakan secara maksimal. “Hingga detik ini Pati tidak menyatakan lockdown. Karena masalah tersebut, merupakan kewenangan pemerintah pusat” tegasnya. (Cuk)

Read previous post:
MERAPI-ALWI ALAYDRUS Kegiatan anggota FPDIP DPR RI, Imam Suroso sebelum meninggal dunia.
Anggota DPR RI Imam Suroso Meninggal Dunia

PATI (MERAPI) – Anggota DPR RI Komisi IX Fraksi PDIP, H Imam Suroso SSOs MM meninggal dunia, Jumat (27/3) malam.

Close