Berstatus PDP Corona, Rumah Anggota Polda DIY Bakal Ditempeli Stiker

SLEMAN (MERAPI)- Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto SIK, mengatakan sejumlah anggota Polda DIY berstatus orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19. Untuk itu berbagai upaya dilakukan untuk mencegah penularannya.
“Setelah dilakukan pemeriksaan memang ada anggota kami yang mengalami gejala sehingga dinyatakan PDP Covid-19. Tapi kita masih menunggu hasil laboratorium,” beber Kombes Yuliyanto, kemarin.
Selain PDP, beberapa anggota juga dinyatakan ODP sehingga mereka diminta menjalani karantina selama 14 hari. “Polda DIY sudah memerintahkan anggota yang berstatus ODP, melakukan isolasi mandiri selama 14 hari,” ungkapnya.

Selain itu, dalam waktu dekat ini, Polda DIY akan memasang stiker di pintu rumah anggota yang berstatus baik ODP maupun PDP. Stiker itu menyatakan jika anggota Polri dalam rumah berstatus ODP atau PDP Covid-19. “Pemasangan stiker ini merupakan perintah pimpinan,” katanya.
Upaya ini dilakukan sebagai antisipasi agar masyarakat yang ada di sekitar rumah anggota, waspada dan menjaga jarak. Masyarakat yang mempunyai gejala setelah berinteraksi dengan anggota berstatus PDP segera diperiksa.
“Langkah ini sebagai bentuk transparansi kami, dengan demikian dapat meminimalisir penyebaran Covid-19,” pungkasnya.
Sementara itu sebagai upaya menghentikan laju penyebaran virus Corona warga Sindet Trimulya Jetis Bantul melakuan kerja bakti embuat alat penyemproptan disinfektan, Minggu (29/3).

Mereka membuat gerbang disinfektan sederhana yang dipasang di pintu masuk kampung. Gerbang disinfektan tersebut dibangun sebagai bentuk antisipasi menangkal masuknya wabah Virus Corona di kampung Sindet.
Secara gotong-royong warga membuat gerbang disinfektan yang secara otomatis. Di mana alat ini dapat menyemprotkan cairan anti kuman dan bakteri setiap kali ada warga yang keluar masuk ke wilayah kampung mereka.
“Ini dilakukan secara swadaya, sebagai salah satu upaya menghentikan laju penyebaran virus Corona di masyarakat. Kegiatan ini dilakukan dua Dusun, yakni Sindet Trimulya dan Sindet Wukirsari,” beber Heru salah seorang warga Sindet, kemarin.

Hal senada juga dilakukan oleh warga Pilahan Rejowinangun Kotagede Yogya, yang membuat gerbang penyemprotan desinfektan. Gerbang disinfektan otomatis ini ditempatkan di pintu masuk kampung utama bagi warga.
Dengan memanfaatkan sensor gerak dan pompa air listrik, alat ini akan menyemprotkan cairan disinfektan ke kendaraan dan orang yang melintas. Cairan disinfektan ditempatkan dalam sebuah drum dengan kapasitas sekitar 200 liter.
Salah seorang warga, Taufik mengaku membuat gerbang disinfektan otomatis ini untuk mengingatkan warga akan bahaya penularan Virus Corona. Sehingga warga yang kembali dari bepergian bisa steril ketika kembali.
Selain itu, dengan adanya gerbang disinfektan otomatis ini, juga bisa membantu mensterilakan warga dari kuman, bakteri maupun virus. Gerbang tersebut merupakan hasil ide dari teman-teman warga Kampung Pilahan.
“Selain bisa menyemprot otomatis, dengan alat ini juga bisa mengingatkan warga agar selalu bisa menjaga kebersihan dan pola hidup sehat,” kata salah seorang warga setempat.

Dikatakannya, untuk membuat satu unit gerbang disinfektan ini membutuhkan biaya sekitar Rp 2,5 juta. Satu unit perangkat ini berukuran lebar 3 meter dan tinggi 2,5 meter yang dibuat atas kerjasama dengan pihak Polda DIY.
“Saya berharap dengan adanya gerbang disinfektan otomatis ini bisa mencegah penyebaran Virus Corona. Minimal di kampung kami kampung Pilahan,” jelasnya.
Kanit III Subdit IV Ditintelkam Polda DIY, AKP Sugeng Haryadi mengaku mengapresiasi upaya warga Kampung Pilahan. Pasalnya warga berhasil menciptakan situasi masyarakat yang kondusif dalam menangkal penyebaran Virus Corona. AKP Sugeng Haryadi berharap agar upaya warga khususnya pemuda Kampung Pilahan ini bisa ditiru warga di wilayah lain. Hal itu untuk bersama-sama berupaya memutus rantai covid-19 agar tidak semakin meluas penyebarannya.

“Kami pihak Polda DIY akan terus senantiasa ikut ambil bagian dalam menciptakan situasi masyarakat yang kondusif, termasuk dalam upaya menangkal Virus Corona seperti sekarang ini,” pungkasnya.(Shn)

Read previous post:
Corona Bikin Bakul Beringharjo Merana

Close