Positif Corona Tanpa Bepergian ke Wilayah Zona Merah


BANTUL (MERAPI)- Jumlah pasien terkonfirmasi positif terjangkit Covid-19 hingga Minggu (29/3) di Bantul tidak ada penambahan, masih sebanyak 4 orang. Meski begitu hasil tracing atau penulusuran pada pasien positif nomor 4 menunjukkan bahwa pasien tidak memiliki riwayat perjalanan dari daerah terpapar atau zona merah. Sehingga Gugus Tugas Penanganan Covid Bantul menduga ada penularan atau transmisi lokal di wilayah tersebut. Meski begitu hal ini belum dapat disimpulkan sebelum tracing terhadap pasien dan pembuktian selesai dilakukan.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanggulanan Covid-19 Bantul, Sri Wahyu Joko Susanto menjelaskan bahwa pasien nomor empat yang terkonformasi positif ditemukan pertama kali di Rumah Sakit Khusus Paru-Paru Respira, Bantul. Pasien ini dinyatakan positif dan saat ini masih menjalani perawatan dengan isolasi di Rumah Sakit Respira. Meskipun bukan merupakan rumah sakit rujukan covid-19, pria yang akrab dipanggil Dokter Oky itu menyatakan jika RS Respira boleh merawat pasien positif. “Iya, saat ini masih dirawat di sana (RS Respira),” terangnya saat dihubungi Merapi, Minggu (29/3) sore.

Dokter Oky mengatakan jika secara sarana dan kemampuan medis, Rumah Sakit yang berada dalam kewenangan langsung Dinas Kesehatan DIY itu mampu untuk merawat dan menangani pasien tersebut. Bahkan menurutnya perawatan yang dilakukan RS Respira tersebut merupakan permintaan dari pasien sendiri. Pasien tersebut menurutnya lebih nyaman jika dirawat di rumah sakit yang berada di daerah Palbapang Bantul tersebut. “Pasien lebih nyaman dirawat di RS Respira, APS istilahnya atau Atas Permintaan Sendiri,” imbuhnya.
Perawatan pasien positif Covid-19 di rumah sakit bukan rujukan, menurut dokter Oky hanya akan berdampak pada administratif. Artinya pembiayaan penanganan kasus Covid-19 di rumah sakit tersebut tidak dapat ditanggung oleh pemerintah. Sejauh ini di Bantul ada empat rumah sakit yang menjadi rujukan penanganan Covid-19, yakni RSUD Panembahan Senopati, RS PKU Muhamadiyah Bantul, RS Elisabeth, dan RSPAU Hardjolukito. “Kita sudah sampaikan kepada pasien dan rumah sakit jika biaya perawatan nantinya tidak dapat diklaim ke pemerintah, tapi dari segi kemampuan RS Respira ini mampu kok,” sebutnya.

Terkait dengan penelusuran terhadap pasien nomor empat terkonfirmasi positif, dokter Oky menyebut belum selesai dilakukan. Meski begitu saat ini pihaknya tidak menemukan riwayat perjalanan pasien dari wilayah terjangkit. Sehingga besar kemungkinan, pasien terjangkit dari kontak langsung dengan penderita. Pihaknya mendapatkan data bahwa salah satu rekan kerja pasien saat ini juga berstatus pasien dalam pemantauan (PDP) dan sedang dirawat di RS UGM. Meski begitu pihaknya belum bisa memastikan siapa yang menularkan dan siapa yang tertular. Karena menurutnya pasien ini sudah berinteraksi dengan orang banyak sebelum dinyatakan positif, sehingga untuk melakukan tracing atau penelurusan dugaan darimana tertular pihaknya belum dapat pemastikan. “Tracing itu tidak mudah ya, kita belum dapat simpulkan bagaimana tertularnya,” tegas pria yang bertugas di Dinas Kesehatan Bantul tersebut.

Sementara itu, Dokter Oky menekankan bahwa masyarakat tidak perlu panik dalam memnyikapi penularan virus yang muncul pertamakali di Wuhan, China tersebut. Pemerintah terus mengimbau masyarakat untuk menjaga jarak interaksi ini lantaran virus ini menular melalui droplet. Droplet adalah cipratan cairan dari mulut atau hidung orang dengan ukuran sangat kecil. Biasanya droplet ini dapat terlempar sejauh 1,5 meter. Sehingga warga sementara ini harus menjaga jarak satu dengan yang lain minimal 1,5 meter. “Jadi saya tekankan bahwa virus ini tidak ditularkan melalui udara, jangan panik,” imbuhnya.

Di Gunungkidul, upaya mencegah pemyebaran virus corona (Covid 19) dilakukan dengan berbagai cara mulai dari pembagian masker gratis, penyemprotan disinfektan hingga menutup wilayahnya (Lock down) orang luar daerah. Sementara data jumlah pemudik terus terjadi pergerakan naik menjadi 3.877 orang pada Mingu (29/3). Mereka kemudian diwajibkan melakukan isolasi mendiri selama 14 hari. “Kita imbau pemudik tetap patuh terhadap aturan dan mengisolasi diri selama 14 hari, mencegah penyebaran virus corona” kata Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul dr Dewi Irawaty M Kes, Minggu (29/3).(C-1/Pur)

Read previous post:
2.430 Pemudik Tiba di Kulonprogo

Close