BANK BPD DIY BIMA PERKASA PERPANJANG REHAT – Pemain Jalankan Program Latihan Mandiri

SLEMAN (HARIAN MERAPI) – Nyawa dan kesehatan di atas segalanya. Bank BPD DIY Bima Perkasa tidak main-main dalam menjalankan prinsip itu. Penyebaran Covid-19 yang kian massif di Indonesia membuat manajemen memperpanjang waktu libur bagi tim pelatih, pemain, dan official tim. Sebelumnya manajemen memberi waktu libur selama 14 hari pemain, tim pelatih, dan official lalu kembali latihan akhir Maret. Namun situasi saat ini tidak memungkinkan untuk menggelar latihan.

 

Keputusan manajemen klub basket kebanggaan warga Yogya yang berlaga di Indonesian Basketball Leaue (IBL) ini didukung penuh tim pelatih. Raoul Miguel Hadinoto, pelatih kepala tim mengatakan kebijakan manajemen itu semata-mata untuk melindungi para pemain dan tim pelatih di tengah pandemi. Namun, ia tak membiarkan Nuke Tri Saputra dan kawan-kawan bersantai karena sudah mengirimkan program latihan mandiri ke seluruh pemain, termasuk latihan fisik.

 

“Enggak ada santai-santai di rumah. Tetap jaga kondisi dan kesehatan dengan menu latihan yang sudah disiapkan termasuk dari pelatih fisik,” tegas pelatih yang akrab disapa Eboss itu.

 

Tifan Eka Pradita, Point Guard Bank BPD DIY Bima Perkasa membenarkan Eboss. Pemain yang tengah disorot karena permainan apiknya itu tidak hanya melahap porsi latihan fisik yang diberi tim pelatih. Tifan juga menambah menu latihan sendiri agar menjaga feeling ball dan peak performance-nya di tengah rehat.

 

“Untuk pembagian fisik dengan feeling ball habis latihan fisik saya ball handling sendiri, latihan drible pakai dua bola, passing pantul tembok, sama shooting cari 100 poin dari 200 kali tembak,” beber Tifan.

 

Nuke Tri Saputra juga membeberkan hal serupa. Namun selama latihan mandiri ia lebih fokus ke latihan fisik selama di rumah. “Lebih banyak ke cardio untuk memperkuat jantung dan paru-paru, meningkatkan kekuatan tulang, dan membentuk otot. Saya juga selalu ditemani istri saat latihan mandiri karena dia juga olahraga,” sambung Nuke.

 

Selain latihan fisik, para pemain juga menyadari pentingnya mengatur pola makan dan gizi yang seimbang. Mereka tidak mau nantinya saat kondisi membaik fisik mereka bermasalah karena kelebihan berat badan. Azzaryan Pradhitya misalnya, fokus ke persoalan gizi ini selama latihan mandiri agar tubuh tidak mendapat kendala ketika menjalankan menu latihan dari tim pelatih.

 

“Saya mengutamakan orang rumah masak sendiri dengan takaran gizi yang sudah diatur lalu menjaga pola makan supaya berat badan tidak naik. Sekarang juga terjadi perubahan cuaca yang cukup ekstrim sehingga asupan vitamin juga penting untuk menaikan imunitas,” beber Adhit. (Des)

Read previous post:
BANTUL TARGETKAN JUARA UMUM – Bermodal Popda Menuju Porda DIY 2021

Close