JALANKAN PROTOKOL KESEHATAN KEMENPORA – KONI DIY Minimalisir Kegiatan

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI menerbitkan surat edaran terkait protokol kesehatan menghadapi persebaran covid-19 atau virus corona pada 27 Maret lalu. Dalam surat tersebut disebutkan agar organisasi olahraga mengurangi kegiatan, termasuk pemusatan latihan.

 

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum KONI DIY, Djoko Pekik Irianto mengatakan, pihaknya telah menjalankan protokol kesehatan dari Kemenpora. “Terutama untuk pelaksanaan Puslatda (pemusatan latihan daerah) sudah kami laksanakan dalam pekan lalu untuk berlatih mandiri di rumah. Karena itu juga demi keselamatan atlet,” katanya di Yogya, Minggu (29/3).

 

Lebih lanjut, Djoko Pekik menyebutkan bahwa program ujicoba atau try out ke luar negeri maupun ke luar daerah, untuk sementara juga ditunda. “Semua sudah kami koordinasikan dengan pengurus dan pelatih di masing-masing cabang olahraga (cabor). Pemantauan latihan dan kondisi atlet melalui komunikasi jarak jauh dan kami juga telah membentuk tim satgas Puslatda ini meski atlet berlatih mandiri,” lanjutnya.

 

Meski demikian, Djoko Pekik menyampaikan, terdapat protokol kesehatan dari Kemenpora yang belum bisa dijalankan, yakni pengecekan kesehatan bagi pengurus, pelatih dan atlet untuk mengetahui penularan virus corona.

 

“Kalau soal pengecekan kesehatan, dari KONI tentu harus mendapat suport dari dinas kesehatan setempat. Karena terus terang kalau dari kami belum memiliki anggaran untuk pengecekan kesehatan, terutama bagi atlet dan pelatih Puslatda terlebih dahulu,” tuturnya.

 

Sementara itu, terkait penundaan Olimpiade 2020 di Tokyo yang berimbas pada pelaksanaan Pelatnas, Djoko mengungkapkan, Pelatnas hanya diperuntukkan bagi para atlet yang akan tampil di Olimpiade tahun depan. “Jadi kalau mau menggelar Pelatnas, hanya untuk yang sudah lolos dan benar-benar sudah prospek medali Olimpiade,” ungkapnya. (Oro)

Read previous post:
Positif Corona Tanpa Bepergian ke Wilayah Zona Merah

Close