PSIM Masih Tunjukkan Komitmen, Pemain Tetap Digaji

YOGYA (HARIAN MERAPI) – PSIM Yogya telah meliburkan para pemainnya dari kegiatan latihan bersama menyusul adanya penghentian kompetisi oleh PSSI. Meski demikian, para pemain yang membela Laskar Mataram masih bisa bernafas lega lantaran manajemen memiliki komitmen untuk tetap membayarkan gaji.

 

Menurut CEO PT PSIM Jaya, Bambang Susanto, pihaknya saat ini sebenarnya masih menunggu arahan dari PSSI terkait segala konsekuensi yang diakibatkan penghentian kompetisi. Konsultasi terkait beban finansial akibat kompetisi untuk sementara berhenti dan adanya kewajiban kepada pemain, telah disampaikan kepada PSSI.

 

“Kalau kewajiban kami kepada pemain, tetap kami jalankan ya. Namun untuk lebih jauhnya kami masih menunggu bagaimana arahan dari PSSI dan PT LIB (Liga Indonesia Baru). Bagaimana kelanjutan dengan adanya kondisi seperti ini. Ini kan force majeure ya, jadi kebijakannya juga darurat dan masih perlu dikaji lebih jauh di pusat,” terangnya, kemarin.

 

Dengan dihentikannya kompetisi untuk sementara, klub peserta memang cenderung seperti dirugikan karena menanggung beban membayarkan gaji pemain. “Makanya kami perlu mendapat arahan bagaimana mengatasi kondisi seperti ini,” imbuh Bambang.

 

Untuk tim peserta Liga 2 musim 2020 memang baru menjalani satu pertandingan. PSIM sendiri mengawali kompetisi dengan hasil kurang menggembirakan usai tumbang 1-2 saat bertandang ke kandang Sriwijaya FC.

Setelah bermain satu kali, PT LIB memutuskan untuk menghentikan sementara kompetisi. PSIM sempat tetap menjalankan program latihan selama kurang lebih sepekan. PSSI kemudian mengumumkan menunda kompetisi dalam jangka waktu panjang. Kompetisi masih dipertimbangkan untuk kembali dimulai pada bulan Juli mendatang namun dengan sejumlah catatan, termasuk pandemic covid-19 atau virus corona yang diharapkan berakhir.

 

Di tengah kondisi yang kurang menentu seperti itu, berhembus adanya kabar yang menyebutkan bahwa gaji pemain PSIM bakal dipangkas. Hanya mendapatkan bayaran 25 persen dari jumlah keseluruhan, sejumlah pemain hanya bisa pasrah.

 

“Ya pasrah saja kalau kondisinya seperti ini. Namun harapannya ya tetap dibayarkan penuh,” cetus salah satu pemain PSIM yang enggan disebutkan namanya. (Oro)

 

Read previous post:
ilustrasi
Bakar Tubuh Sendiri, Sekujur Tubuh Luka Bakar

Close